telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan nilai hutang BUMN sangat memprihatinkan karena kecerobohan pemerintah.

“Akibat perencanaan pemerintah yang ceroboh, kita saat ini telah masuk dalam jebakan utang yang sangat berbahaya,” ungkap Fadli melalui keterangan tertulisnya, Kamis.

Karenanya, masyarakat tak boleh lupa, seluruh krisis ekonomi yang pernah terjadi selalu terkait dengan utang. Krisis pada tahun 1997-1998, misalnya, terjadi akibat akumulasi utang yang terjadi pasca-liberalisasi sektor keuangan pada dekade 1980-an.

Begitu juga dengan krisis utang di Amerika Latin pada dekade 1980-an, disebabkan oleh ekspansi fiskal dan akumulasi utang pemerintah yang berlebihan.

“Bagaimana pemerintah akan mengatasi krisis utang BUMN ini? Dengan PMN (Penyertaan Modal Negara)!? Dari mana pemerintah mendapatkan uang untuk memberikan PMN? Dari menambah utang pemerintah!? Ini kan jadi seperti lingkaran setan, karena ujung-ujungnya tetap kembali ke APBN.”

“Itu sebabnya, saat Presiden dulu mengklaim bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan membebani APBN, sejak awal saya menganggapnya omong kosong. Cukup jelas semua itu kini sedang mengarah untuk membebani APBN,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :