Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyoroti melonjaknya utang BUMN hingga Rp1.300 triliun dalam empat tahun terakhir. Jika tidak segera diselesaikan Indonesia diambang krisis utang.

“BUMN kita sedang berada di ambang krisis utang yang serius. Untuk menyeimbangkan neraca keuangan, sejumlah BUMN, terutama yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur, terancam harus menghentikan investasi dalam lima tahun ke depan,” ujar Fadli Zon melalui keterangan tertulisnya, Rabu.

kata dia, satu per satu masalah yang ditanam oleh rezim berkuasa saat ini mulai meletus menjadi ancaman. Karenanya, semua pihak sudah mengingatkan dari awal bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat perekonomian sedang lesu dan negara tak punya uang sangatlah berbahaya. Tapi Presiden berdalih bahwa pembangunan infrastruktur tak akan membebani APBN.

“Kini kita bisa sama-sama melihat bahwa dalih tersebut tidaklah benar. Pada kenyataannya pembangunan tadi telah dibiayai oleh utang BUMN yang risikonya pasti kembali lagi ke APBN.”

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp 4.825 trliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Kalau diperhatikan data-data mengenai utang Indonesia, lonjakan utang sektor publik terjadi sejak tahun 2014 memang terutama disebabkan lonjakan utang BUMN.

Dibeberkan Fadli, saat ini ada dua masalah fatal terkait utang BUMN tersebut. Pertama, sebagian besar utang itu merupakan utang jangka pendek. “Ini kan berbahaya, sebab situasi perekonomian, baik global maupun domestik, sedang mengalami kontraksi.”

“Kedua, dari data yang saya pegang, sekitar 60 persen utang tersebut berbentuk valuta asing yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah. Jika nilai tukar Rupiah melemah, BUMN tentu akan semakin berdarah-darah,” bebernya. (ham)

Bagikan Ini :