Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan/Net

telusur.co.id – Banyak pihak mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan menyegel Pulau D Proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

Salah satunya Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Lingkungan hidup dan kehutanan, Andi Fajar Asti yang mengapresiasi penyegelan seluruh bangunan di Pulau D yang ilegal alias tak memiliki izin.

“Saya berharap, Anies konsisten menegakkan aturan terhadap semua pihak tanpa pandang bulu sampai kapanpun,” kata Andi dalam keterangan yang diterima telusur.co.id, Jumat dini hari (8/6/18).

Dia pun meminta setelah penyegelan, Anies tidak menerima lobi-lobi dari pihak pengembang. Dan selanjutnya melakukan penyegelan di Pulau-pulau lainnya.

Keputusan ini, kata dia, harus final, bukan hanya sebatas proses penegakan administrasi tetapi harus jauh masuk kedalam substansi bahwa proyek reklamasi adalah sebuah kejahatan lingkungan hidup.

“Nah, Prinsip ini yang harus di dorong. Sehingga, jika suatu saat pengembang dapat melanjutkan kembali pembangunan di Pulau D tersebut, berarti Anies sedang tidak konsisten merealisasikan janji politiknya dan hanya menjadikan isu reklamasi DKI Jakarta sebagai komoditas politik pencitraan,” kata dia.

Diketahui, Anies turut hadir saat penyegelan Pulau D, dan dibantu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI.

Total ada 932 bangunan yang disegel, terdiri atas 495 rumah, 212 rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal. [ipk]

Bagikan Ini :