Foto/Net

Oleh : Abu Hanifah – Membayar zakat merupakan sebuah perintah Allah Subhanna wa Ta’ala. Perintah Allah Azza wa Jalla, yang selalu beriringan dengan perintah untuk menegakan sholat. “Dan dirikanlah sholat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” ( QS. 2 : 110).

Bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasalam, telah bersabda, dari Ibnu Abbas, yang artinya : “Mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, serta memberikan makanan pada orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Imam Hakim).

Zakat fitrah wajib dikeluarkan dan ditunaikan oleh setiap yang mengaku dirinya muslim. Seorang bayi yang baru lahir di Bulan Ramadhan pun, wajib orang tuanya bayarkan zakatnya. Pembantu rumah tangga juga,mesti ditunaikan zakatnya oleh majikan. Semuanya itu harus di selesaikan sebelum sholat Idul Fitri di laksanakan. Hal itu bermanfaat untuk meningkatkan kepedulian serta tanggung jawab sosial terhadap fakir miskin dan anak-anak yatim. Selain itu, tentu saja dalamm upaya meninggkatkan kualitas puasanya.

Jangan sampai kita di golongkan pada orang-org yang mendustakan agama. Karena tidak memberi serta tidak menganjurkan memberi makan oran-orang miskin. Maka sia-sia lah dan kecelakaan dari sholat yang dikerjakan (QS.107). Artinya setiap perintah sholat selalu di ikuti dengan menunaikan zakat yang harus dikerjakan semuanya. Tidak sepotong-potong. Sholat dikerjakan zakat tidak dikerjakan.

Zakat selain dari pada kewajiban. Merupakan hubungan vertikal dengan Allah. Tunduk, taat dan patuh atas semua perintah-NYA. Juga merupakan kekuatan hubungan horizontal dengan sesama manusia. Jangan sampai saudara kita sesama muslim, meminta-minta karena tidak punya makanan pada hari Raya Idul Fitri. Rasulullah SAW, sangat membenci orang yang rajin beribadah. Tetapi tidak peduli dengan tetangga. “Tidak dikatakan beriman org yang tertidur karenakekenyangan. Sementara tetangganya tidak bisa tidur karena kelaparan.” (HR. Bukhari).

Zakat yang kita berikan. Merupakan titik awal untuk memberikan perhatian lebih besar bagi saudara-saudara yang fakir miskin. Memperbarui tekad kaum muslimin untuk terus memberikan kasih sayang dan berbagi.

Salam dari Bekasi.
Jum’at, 8 Juni 2018.

*abu hanifah*

Bagikan Ini :