Ustadz Novel/Net

telusur.co.id – Mantan sekretaris Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bakmukmin secara tegas menolak apabila Organisasi Masyarakat (Ormas) FPI disebut sebagai teroris lokal seperti yang dituliskan dalam website www.trackingterrorism.org.

Menurut Novel, sebagai organisasi penegak ajaran Islam. FPI selalu berada di garda terdepan dalam penanganan bencana di Indonesia dan sangat menentang keras terorisme.

“FPI sangat menentang keras teroris karna itu bukan ajaran Islam, karena FPI ini adalah berdiri untuk menjadi pelayan umat dan penegak syariat jadi tidak mungkin itu dan tidak ada sejarahnya dari FPI terlibat teroris,” tegasnya kepada telusur.co.id, Sabtu (8/6/18).

Dijelaskan Novel, adanya anggapan bahwa FPI sebagai organisasi teroris merupakan tindakan tak terpuji

“Kami melihat ada oknum beberapa media yang selalu menanyangkan yang satu persen akibat bentrokan di muat berkal-kali, berulang-ulang dan bertahun- tahun dan itu dijadikan stigma yang negatif trus,” paparnya.

Untuk itu, secara tegas ia kembali mengatakan sangat mengutuk terorisme. Dirinya melihat dan menduga teroris merupakan kelompok Amerika dan Israel yang menginginkan Islam menjadi kaum minoritas.

“Kami melihat adalah teroris itu sejatinya adalah amerika dan israel dan juga myanmar serta negara yang membantai umat Islam,” tegasnya kembali.

Sebelumnya, dalam situs TRAC Terrorism Research & Analysis Consortium www.trackingterrorism.org, dengan mengetikkan FPI. FPI disebutkan sebagai kelompok teroris.[far]

Bagikan Ini :