telusur.co.id- Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Respiratiri Saadam Al Jihad, mengajak semua pihak menolak veto Amerika Serikat (AS) atas resolusi perlindungan internasional untuk rakyat Palestina yang diajukan Kuwait ke Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Kami menyesalkan sikap AS yang tidak berpihak terhadap perdamaian di tanah Palestina,” kata Saddam dalam keterangannya, Kamis (7/6/18)

Sebagai anggota tetap DK PBB hendaknya AS turut serta dalam menjaga dan memelihara perdamaian dunia.

Oleh sebab itu, segala usulan rekonsiliasi di Palestina harusnya Negeri Abang Sam memberikan dukungan.

Selain itu, menurut Saddam, hak veto AS ini seperti sistem pengendali imperialisme global gaya baru.  “Kalau ditanya saya menyakini hampir mayoritas negara di dunia punya kepedulian sama bahwa perdamaian di tanah Palestina harus ditegakkan,” tegasnya.

Ia menekankan agar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk terus menjembatani, dan menggalang dukungan negara lain agar perdamaian di Palestina terwujud.

“Saya optimis Indonesia mampu menggerakan dukungan untuk Palestina, pungkasnya.

.Seperti diwartakan, AS dalam keanggotaan DK PBB memveto proposal perdamaian Palestina. 10 suara mendukung dan 4 suara memilih abstain, termasuk Polandia, Inggris, Belanda. Resolusi ini dapat diterapkan, jika disetujui 9 suara dan tidak mendapatkan veto dari AS, Rusia, China, Prancis dan Inggris.[far]

Bagikan Ini :