Foto: net

telusur.co.id – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB AKBP, Syamsudin Baharuddin mengatakan kasus dugaan pemotongan jatah benih bawang putih lokal yang menjadi hak kelompok tani di Kabupaten Lombok Timur, masih terus berlanjut.

Saat ini, pihak Kepolisian masih terus berupaya mengumpulkan data dan keterangan langsung di lapangan. “Bahannya masih kita kumpulkan, kita cicil sedikit-sedikit dulu,” kata Syamsudin kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Syamsudin membeberkan jika munculnya dugaan penyimpangan tidak hanya sekedar mengandalkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan media massa tetapi juga dari keluhan masyarakat petani bawang putih di Sembalun.

Lebih lanjut, dia mengatakan, jika polisi membutuhkan informasi yang cukup kuat, baik berupa data maupun keterangan dari para pihak terkait. “Beda halnya kalau ada laporan,” ujarnya.

Jika ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan, jelasnya, arah penanganan akan lebih jelas. Dengan begitu, pihak kepolisian memiliki bukti awal dalam mengungkap kebenaran dibalik dugaan penyimpangan tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS), Handanil menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu kinerja kepolisian dalam mengusut persoalan tersebut hingga tuntas.

“Kalau memang kepolisian benar-benar mau membantu petani, kami sebagai perwakilan masyarakat petani, siap membantu dan mendukung kinerja kepolisian,” kata Handanil.

Berdasarkan keluhan masyarakat petani yang telah disiarkan pewarta melalui pemberitaan Senin (14/5), pemerintah menarik anggaran sebesar Rp100 miliar dari dana APBN-P 2017 untuk penyerapan benih bawang putih lokal di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Anggaran untuk menyerap benih bawang putih produksi petani Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dipercayakan pemerintah kepada PT Pertani (Persero).

Menurut informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, ada 350 ton benih bawang putih lokal dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017. (ham)

Bagikan Ini :