telusur.co.id – Kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia masih menjadi misteri karena berbagai temuan yang ada masih ‘cuekin’, karena itu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham), Ahmad Taufan Damanik menemui Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Komnas HAM membahas upaya penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran HAM berat. Tak hanya itu, Ahmad Taufan juga mengeluhkan jika temuan Komnas HAM tidak ditindaklanjuti.

“Sekali lagi tetap menekankan bahwa pihak penyidik dalam hal ini Jaksa Agung itu kita mintakan untuk segera menindaklanjuti hasil penyelidikan yang sudah dilakukan Komnas HAM,” kata Taufan ditemui di halaman Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat.

Dikatakan dia, ada sejumlah kasus yang diperhatikan oleh Komnas HAM antara lain kasus 1965-1966, Talangsari, peristiwa penembakan misterius, peristiwa penembakan Semanggi I dan II, serta penghilangan paksa aktivis.

Selain itu kasus yang setelah tahun 2000 yaitu Wasior dan Wamena serta Jambu Kepok di Aceh. Komnas HAM juga menjelaskan penyelesaian penyelidikan pelanggaran HAM dapat dimulai dari sejumlah kasus yang terjadi setelah tahun 2000 atau dipilah berdasarkan tipologi hukum.

Tak itu saja, Taufan mengaku jika Presiden juga menanyakan pendapat Komnas HAM terkait Dewan Kerukunan Nasional. Ia mengatakan sebelum membangun Dewan Kerukunan Nasional perlu ada langkah pengungkapan kebenaran dari peristiwa pelanggaran HAM.

Selain itu, Komnas HAM menyarankan jika sudah ada hasil dari penyelidikan, maka pemerintah dapat memberikan pernyataan kepada masyarakat Indonesia. (ham)

Bagikan Ini :