telusur.co.id — Bertempat di Auditorium kantor Pusat BPK, Jakarta, Inspektorat Utama (Itama) dan Badan Diklat BPK bersama Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) mengadakan Auditor’s Talk Ramadhan dengan tema “Sinergi Internal Auditor dan Eksternal Auditor dalam rangka Penguatan Kapabilitas Pengawasan Keuangan Negara”, yang dibuka oleh Prof. Dr. Bahrullah Akbar selaku Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) .

Acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota II BPK, Agus Joko Pramono, Anggota VII BPK, Eddy Mulyadi Soepardi, Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif, Inspektur Utama, Ida Sundari, Ketua FKSPI, Saiful Huda, Chairman dan Chief Executive Partner RSM Indonesia, Amir Abadi Jusuf dan para Pejabat dilingkungan BPK serta para tamu undangan, Kamis (7/6).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BPK menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi untuk merajut kebersamaan di antara internal auditor dan eksternal auditor yang memiliki peran dan tanggungjawab yang penting dalam menegakkan good govermance, risk management dan internal control pada sektor publik dan privat untuk mencapai tujuan bersama dalam bernegara.

Untuk mencapai tujuan tersebut, BPK melalui Visi BPK dalam Rencana Strategis (Renstra) 2016 – 2020 menjadi pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan bernegara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat.

BPK sebagai eksternal auditor telah berupaya aktif melakukan sinergi dengan internal auditor, dalam bentuk kerja sama dengan internal auditor antara lain Pemeriksaan BPK atas Kinerja Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Pemantauan Tindaklanjut Rekomendasi BPK dengan Counterpart dari entitas adalah satuan pengawas intern, pelatihan bagi APIP dan melakukan Forum knowledge and experience sharing dengan internal auditor.

Di akhir sambutannya, Wakil Ketua BPK mengajak untuk bersama-sama berkomitmen dalam bekerja sama, meningkatkan komunikasi lebih dalam sehingga sinergi bisa terwujud, membangun pemahaman bersama (common understanding) mengenai tujuan, lingkup, teknik dan metodologi audit.

“Saya yakin bahwa dengan Komitmen, Komunikasi, Pemahaman bersama dan Keyakinan, kita dapat mewujudkan sinergi dan kerja sama yang kita inginkan,” ungkap Wakil Ketua BPK.

Sehingga untuk selanjutnya, dapat melangkah ke bentuk sinergi lainnya seperti koordinasi perencanaan audit tahunan untuk memitigasi risiko duplikasi audit dan memaksimalkan lingkup audit berdasarkan risiko yang terindentifikasi.

“Diharapkan sinergi antara BPK dengan para pemangku kepentingan seperti dalam komunitas internal audit pada hari ini bisa terus berlanjut dan dapat menghasilkan pemikiran, serta langkah strategis dan konkrit untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas dalam mencapai tujuan bersama,” pungkas Guru Besar IPDN ini. [Red]

Bagikan Ini :