telusur.co.id – Berbagai isu radikalisme dan intoleransi yang melanda Indonesia khususnya Jawa Timur belakangan ini membuat Aliansi BEM Jawa Timur menunjukkan eksistensinya dengan menggelar acara sarasehan dan doa bersama.

Acara itu dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah dan aparat kepolisian seperti Ketua DPD KNPI Jawa Timur, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang
Serta Direktur Intelkam Polda Jawa Timur, sebagai pemateri.

Kadir Intelkam Polda Jawa Timur, Teddy menilai langkah mahasiswa membuat acara sarasehan dan doa bersama sabangat bagus. Sebab, acara itu membuktikan bahwa generasi muda memperlihatkan kecintaannya pada negara.

“Terorisme bukan hanya kewajiban pihak aparat keamanan untuk memberantasnya, tetapi kewajiban seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu sangat penting diadakan kegiatan diskusi seperti ini,”. Tandas Teddy di Sengkaling Kuliner, Universitas Muhammadiyah Malang Jumat, (8/6/18).

Sementara itu ditempat yang bersamaan Mochamad Nur Arifin, Ketua DPD KNPI Jatim sekaligus PLT Bupati Trenggalek melihat, tindakan radikalisme banyak dilakukan oleh generasi muda yang terdidik, seperti pelajar dan mahasiswa.

“Dengan adanya diskusi seperti ini akan membuat kalian sebagai pemuda Jatim menjadi semakin menghayati nilai-nilai Pancasila. Sehingga mampu membentengi diri dari pemikiran radikalisme dan terorisme.” ucap dia.

Ahmad Noor Fuadi selaku koordinator aliansi BEM Jawa Timur berpendapat bahwa, fungsi aktivis kampus adalah benteng utama dari penanaman ideologi yang mencederai nilai-nilai Pancasila.

“Output dari kegiatan ini, aliansi BEM Jawa Timur akan menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dalam momen penerimaan mahasiswa baru 2018 ini.” Tegasnya.[far]

Bagikan Ini :