telusur.co.id – Provinsi Kalimantan Selatan dijadikan sentra jengkol di Indonesia. Bahkan, telah disiapkan 350 hektare di Kalsel, untuk menanam jengkol.

Lahan perkebunan tanaman jengkol tersebut, berada dalam kawasan hutan, tetapi tidak produktif, kecuali hanya padang ilalang atau merupakan lahan kritis.

Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI, Saifullah Thamlih, saat ramah tamah dengan anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Jumat malam (8/6/18).

“Lahan yang disiapkan untuk tanaman jengkol tersebut sekitar 350 hektare,” kata Saifullah.

Mantan aktivis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu juga merencanakan menanam pohon kemiri pada lahan seluas ratusan hekatare tersebut atau di sela-sela tanaman jengkol.

“Kan pohon jengkol merupakan tanaman hutan yang mau kita kembangkan yang tumbuh tidak masalah berdampingan dengan pohon kemiri,” lanjut anggota DPR RI tiga periode asal daerah pemilihan I Kalsel.

Selain itu, tuturnya, selama masih menunggu pohon jengkol dan kemiri besar atau berbuah, pada lahan ratusan hektare tersebut juga akan ditanami jagung yang bisa menghasilkan segera atau dengan masa tunggu hanya sekitar tiga bulan.

Alasan memilih tanaman jagung, selain karena usia pendek sudah bisa panen, juga pangsa pasar yang luas, terutama dalam memenuhi kebutuhan nasional yang selama ini masih mendatangkan dari luar negeri.

Ia menyatakan usaha perkubunan jengkol dan kemiri itu sebagai jaga-jaga atau penyangga ekonomi keluarga ketika sudah tidak menjadi anggota DPR RI lagi dan usia tua.

“Karena kita kan tidak selamanya menjadi anggota dewan, tetapi harus regenerasi. Jadi ketika tidak lagi menjadi legislator, secara perekonomian kita sudah siap, terutama buat keluarga,” tegasnya.

Lahan untuk tanaman jengkol dan kemiri itu di wilayah Kabupaten Banjar, Kalsel atau berdekatan rencana pembangunan jalan bebas hambatan (jalan tol) antara Kota Banjarbaru-Batulicin, ibukota Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel, lanjutnya.

“Oleh sebab itu, tidak mustahil pada suatu saat pada kawasan tanaman jengkol dan kemiri tersebut akan muncul pusat perbelanjaan modern (mal) yang terpadu dengan agribisnis serta panorama alam pegunungannya,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :