telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo belum menyerahkan diri, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di Tulungagung.

“Sampai saat ini Bupati Tulungagung belum datang menyerahkan diri ke Kantor KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam pernyataannya, Sabtu (9/6/18).

Disampaikan Febri, jika Syahri memiliki niat untuk menyerahkan diri, maka dipersilakan datang ke KPK dan melayangkan klarifikasi langsung kepada penyidik.

Sementara itu, dari tempat yang tidak diketahui, Syahri merekam sebuah video berdurasi 28 detik. Dalam video, dia menyebut dirinya korban politik.

Mengenakan baju kotak-kotak merah hitam ia berpesan kepada relawan dan simpatisan untuk tetap memenangkan dirinya dalam pemilihan Bupati Tulunggagung 27 Juni mendatang.

“Kepada simpatisan dan relawan Sahto (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo), biarlah saya menjadi korban politik. Saya harap semangatlah berjuang untuk tetap memenangkan Sahto pada tanggal 27 Juni 2018,” kata Syahri dalam video.

Dengan kemenangan ia berharap pasangannya, Maryoto bisa dilantik untuk periode yang akan datang.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di Tulungagung.

Dia ditetapkan sebagai tersangka menyusul operasi tangkap tangan yang KPK lakukan, Rabu (6/6/18).

Dalam perkara itu, KPK menetapkan 4 tersangka, antara lain Syahri Mulyo selaku Bupati Tulungagung, Agung Prayitno selaku swasta, Sutrisno selaku Kadis PUPR dan pemberi suap yakni Susilo Prabowo.

Hari ini, KPK secara paralel melakukan penggeledahan di Tulungagung. KPK menggeledah rumah pribadi Syahri Mulyo dan kantor pemkab Tulungagung. Dari penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah dokumen pengadaann.

Berikut Videonya;

[ipk]

Bagikan Ini :