Hanfi Fajri/Istimewa

telusur.co.id – Pernyataan Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun yang menolak gagasan koalisi keumatan di Pemilu 2019, dan menilai koalisi keumatan berpotensi memecah bela NKRI mendapat kritik keras.

Adalah Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Pedagang Pasar Tradisional dan Modern, Hanfi Fajri yang mengkritik pernyataan Ketum APKLI tersebut.

Menurut Hanfi, pernyataan Mahsun tidaklah sesuai jika mewakili organisasi, yang tidak ada hubungannya antara Koalisi Umat dengan PKL.

“Jangan mengatasnamakan PKL jika untuk arah kepentingan politik kelompok,” kata Hanfi dalam status Facebooknya, yang mencantumkan link berita telusur.co.id, dengan judul “Belum Dideklarasikan, Koalisi Keumatan Pilpres Sudah Ditolak Pedagang Kaki Lima“.

Dirinya mengingatkan, seharusnya APKLI memberikan edukasi, pembinaan UMKM kepada pedagang, bukan justru sibuk urusin Pilpres 2019.

“Seharusnya APKLI memberikan edukasi, pembinaan usaha UMKM, bukan urus Pilpres 2019.”

Saat dikonfirmasi, Hanfi membenarkannya. Dirinya bahkan menyebut apa peran dan kontribusi APKLI terhadap pedagang kaki lima selama ini. APKLI yang bertugas untuk pedagang kaki lima tidaklah sesuai jika membahas politik.

“Itu bukan urusan APKLI karena bukan organisasi Politik itu urusan Partai Politik. Statment Ketum DPP APKLI hanya untuk mencari popularitas saja yang tidak ada hubungannya dengan politik 2019”. kata dia pada telusur.co.id.

Sebelumnya, Ali Mahsun secara tegas menolak gagasan koalisi keumatan di Pemilu 2019. Baginya, koalisi keumatan berpotensi memecah bela NKRI.

“Laksana sungai, landasan dasar Indonesia sudah final, sudah tuntas. Soal agama, suku, ras dan etnik ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi tidak perlu dipersoalkan apalagi dijadikan komoditas politik hanya demi kekuasaan belaka,” ujar Ali melalui keterangan tertulisnya, Kamis.

Oleh karena, selaku Ketua Umum DPP APKLI yang memimpin agenda besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, atas nama APKLI dan PKL diseluruh tanah air menolak dengan tegas gagasan koalisi keumatan dalam Pilpres RI 2019. [ipk]

Bagikan Ini :