Foto/Net

Oleh : Abu Hanifah – Menjelang berakhirnya bulan puasa Ramadhan, yang paling sibuk dan repot adalah ibu rumah tangga. Selama ini urusan dapur untuk masak-memasak, bersih-bersih menyapu dan mengepel serta cuci mencuci, di tangani pembantu. Nyaris seluruh pekerjaan yang aada di rumah dan halaman bahkan untuk urusan yang paling kecil, misalnya memberi makan burung, Pembantu Rumah Tanggal (PRT) yang mengerjakannya.Majikan atau Tuan Rumah . tinggal menyuruh atau perintah.

Di ujung Ramadhan , pembantu mudik, pulang ke kampung halamannya, menemui sanak familinya. Sekarang saatnya,sebagai majikan dan ibu rumah tangga, harus turun gunung lagi. Mengambil alih semua pekerjaan tersebut, sudah pasti keteteran dan tidak sebersih maupun serapih yang dikerjakan pembantu. Solusinya adalah mencari tenaga pembantu infal (pengganti sementara) dengan kontrak dan biaya atau imbalan  jasa perharinya berlipat ganda dari keadaan biasanya, belum lagi , kalau menggunakan jasa pencari kerja, pasti ada lagi ongkos yang dikeluarkan. Kepulangan pembantu untuk mudik biasanya berkisar paling sedikit selama dua minggu, sudah bisa dibayangkan repot dan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pengganti PRT mudik. Begitu sangat pentingnya PRT di musim mudik ini.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam, mengingatkan dalam sabdanya  : “Mereka adalah saudara kalian, Allah menjadikannya dibawah kendali kalian. Maka berikanlah kepada  makanan sebagaimana yang kalian makan. Berikanlah merek apakaian seperti yang kalian pakai. Dan Jangan sekali-kali menyuruh sesuatu di luar batas kemampuannya. Dan bila kalian menyuruh sesuatu, bantulah pekerjaannya semampu kalian.” (HR. Muslim).

Karena itu perlakukanlah pembantu sebagai  anggota keluarga. Didiklah mereka dengan lemah lembut, agar akhlaknya menjadi baik. Bila perlu panggilkan guru agama untuk mengajari  membaca Al Qur’an bersama anggota keluarga yang lain.Karena  kalau mereka punya pendidikan tinggi, pasti maunya kerja di kantoran. Sebenanyar dihadapan Allah SWT, posisi majikan dan pembantu adalah sama. Yakni sama-sama hamba Allah yang berusaha berbuat beramal ibadah untuk mendapatkan ridha-NYA.

Memang akhir-akhir ini dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. Para pembantu pun, sudah mengenal dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, mereka sudah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi atau mencari  menu yang ada di smartphone,bergaul di media sosial dengan kalangan yang lebih luas, mengunduh berbagai resep makanan dan sebagainya melalui internet. Meski tidak sedikit akibat negatif yang ditimbulkannya.misalnya terlibat hubungan gelap, penipuan dan kekerasan.

Walaupun begitu, perlakukanlah mereka sebagaimana kita memperlakukan hamba Allah yang lain. Karena Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu  di sisi Allah ialah orang yg paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”    (QS. 49 : 13). (Red/ist)

 

Salam dari Bekasi.

Senin, 11 Juni 2018.

Abu Hanifah

 

Bagikan Ini :