Irzan Tanjung/Net

telusur.co.id – Salah satu pendiri Partai Demokrat, yang juga Sekjen pertama berlambang bintang mercy, Irzan Tanjung tutp usia.

Kabar meninggalnya Irzan disampaikan oleh Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari kepada wartawan, Senin (11/6/18).

“Telah berpulang hari Minggu, 10 Juni 2018 jam 15.45 WIB Bpk Prof. DR. Irzan Tandjung,” kata Imelda.

Irzan, kata Imelda, meninggal dunia karena sakit. Almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di bilangan Jakarta Selatan.

Saat ini, Irzan sendiri menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Dia merupakan bekas Dubes Filipina untuk Indonesia.

Irzan diketahui merupakan tim sukses Ketum PD, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) saat maju di Pilpres 2004 lalu.

Guru Besar FEUI ini memiliki peranan dalam tim kampanye ekonomi pasangan presiden dan wapres RI: SBY-JK.

Dia juga merupakan salah satu dari 99 pendiri Partai Demokrat dan terpilih menjadi anggota DPR-RI untuk periode 2004-2009.

Sesuai dengan keahliannya di bidang ekonomi, dia ditunjuk menjadi salah satu penanggung jawab platform dan kebijakan Partai Demokrat di bidang ekonomi.

Pria kelahiran Medan, 3 Juni 1937 ini, lulus mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI jurusan Studi Pembangunan pada tahun 1961 dengan menyajikan skripsi dalam bidang Analisa Ekonomi dan Kebijaksanaan Negara.

Kemudian dia melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan pada tahun 1965 berhasil memperoleh gelar M.A. dari Syracuse University.

Pada tahun 1986 dia berhasil meraih gelar Ph.D dari University of Illinois. Prof. Irzan juga aktif sebagai staf peneliti di LPEM FEUI.

Dia turut serta dalam menyusun “Outlook Keuangan Negara 1969,1970 dan 1971”. Dia juga menyusun paper-paper yang dibuat untuk keperluan laporan Pemerintah kepada DPR-GR (Nasional) seperti laporan APBN. Salah satu karya yang pernah dihasilkan olehnya adalah “Bank dan Pembangunan”, yang merupakan terjemahan ilmiah LMUI-Bapindo.

Seperti pakar ekonomi FEUI lainnya, Irzan juga pernah menjabat di pemerintahan. Pada tahun 1970 dia menjadi staf pribadi Menkeu, kemudian tahun 1972 menjadi Sekretaris Dirjen Keuangan, dan pada periode 1988 – 1993 menjabat sebagai Asisten Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan, pengawasan dan Pengembangan.

Jejak politik Irzan diikuti oleh anak-anaknya. Putri Irzan, Sandra Tanjung merupakan pengurus Demokrat di Divisi Hubungan Luar Negeri, sementera putra Irzan, Edwin Tanjung saat ini menjabat sebagai Wabendum PD. [ipk]

Bagikan Ini :