telusur.co.id – Kendati sukses mengantarkan timnya sebagai juara, ternyata sosok Pep Guardiola banyak musuhnya juga.

Setelah Yaya Taore yang menuding Pep sosok rasial, kini giliran bekas anak asuhnya Mario Gotze tak segan melabeli Pep sebagai sosok yang tak memiliki rasa empati kepada anak-anak didiknya.

Gelandang andalan Borussia Dortmund itu sempat memutuskan angkat kaki dari klubnya sekarang menuju Bayern Munich pada 2013 silam ketika Guardiola menjadi pelatih di sana.

Alih-alih diboyong pria Spanyol itu, Gotze malah sering jadi penghangat bangku cadangan meski ikut merasakan gelar juara di bawah komando eks juru taktik Barcelona itu.

Tidak seperti Jurgen Klopp yang banyak berjasa dalam mengorbitkannya hingga menjadi pemain besar seperti sekarang, Gotze merasa Guardiola malah banyak menghambat perkembangan kariernya.

Pada akhirnya, Gotze meninggalkan Bayern dan kembali merapat ke pangkuan Dortmund.

“Saya masih berkomunikasi dengan Jurgen,” kata Gotze kepada DAZN.

“Tentu saja, dia mengajari saya semua hal soal sepakbola profesional. Waktu itu, saya baru 17 tahun dan masuk dari tim muda (Dortmund). Dia mengenalkan saya pada semua hal. Dia membiarkan saya bermain.”

“Secara teknik, (Guardiola) adalah aset yang luar biasa. Namun dia sangat fokus pada sepakbola dan tidak memikirkan pemain lain yang ada di luar rencananya.

“Dia tidak punya banyak empati, padahal empati itu adalah bagian dari seorang pelatih kelas dunia,” tandasnya.

Sebelum Gotze, Guardiola juga sempat mendapatkan serangan verbal dari mantan anak didiknya, Yaya Toure. Pria plontos itu disebut sebagai musuh terjelek manusia. (ham)

Bagikan Ini :