Ferdinan Hutahaean/Net

telusur.co.id – Kehadiran anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf ke Israel terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, banyak pihak yang menyesalkan kepergian Katib Aam PBNU itu ke negara tersebut.

Terkait itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan jika Yahya layak mundur dari jabatannya sebagai Wantimpres.

Hal itu disampaikan Ferdinand melalui akun twitter miliknya @FerdinandHutah1. “Staquf layak mundur dr Wantimpres,” tulis Ferdinand, Rabu (13/6/18).

Akun twitter Ferdianand ini merupakan akun baru miliknya, dimana sebelumnya diberitakan, akun miliknya yang bernama @LawanPoLitikJKW dibekukan alias di-suspend.

Kicauan Ferdinand menanggapi postingan berita yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (13/6/18), mengatakan jika sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak bisa mengatas namakan pribadi, dalam kunjungannya ke Israel.

Staquf, kata Fadli, adalah penasihat Presiden, anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Posisinya setingkat menteri yang berarti juga pejabat negara. Dan jabatan tersebut selalu melekat, tak bisa dipisahkan.

Artinya, masih kata Fadli, sebagai pejabat negara sikap politik luar negerinya harus tunduk pada konstitusi dan UU No 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

“Selain bermasalah secara prosedural, saya melihat kunjungan anggota Wantimpres ke Israel juga mengandung cacat moral. Di tengah agresivitas serangan Israel ke Palestina belakangan ini, ironis jika ada ada pejabat negara Indonesia berkunjung ke Israel. Kunjungan tersebut jelas menunjukkan sikap yang sangat tak sensitif,” kata Fadli.

Kunjungan Staquf selain mendapat protes dari dalam negeri juga mendapat kecaman dari luar negeri. Seperti yang disampaikan gerakan perlawanan Palestina, Hamas.

Mereka mengecam kunjungan Yahya ke Israel, untuk menjadi pembicara, sebagaimana diselenggarakan The Israel Council on Foreign Relations.

Melalui pernyataan pers, Hamas menyatakan menghargai sikap bangsa Indonesia dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina serta perjuangan mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina. Akan tetapi, mereka mengecam atas tindakan tercela tersebut.

“Perbuatan tersebut tidak hanya penghinaan bagi rakyat Palestina dan pengorbanan masyarakat Palestina. Tetapi bagi rakyat Indonesia yang sudah mendukung kami dalam perjuangan kemerdekaan Palestina,” demikian isi pernyataan itu. [ipk]

Bagikan Ini :