Foto/Net

Oleh : Abu Hanifah

Sejak awal bulan puasa Ramadhan, kita telah tahu aturan-aturan yang harus di taati. Sehingga jalur lurus tersebut menuntun menuju target akhir menjadi manusia yang bertakwa. Misalnya,bahwa menahan diri dari makan dan minum di mulai sejak fajar. Yaitu hingga terang bagi kita benang putih dan hitam. (QS. 2 : 187). Itu salah satu rambu hukum yang harus di taati.

Norma hukum atau rambu-rambu aturan menjalankan ibadah puasa. Selama ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kita. Sehingga secara otomatis tersadarkan bila hampir melanggarnya. Tetapi ada juga sebagian dari kita, memang sengaja menabrak norma aturan tersebut.

Selama satu bulan Ramadhan hanya proses pemantapan. Kemudian bulan-bulan berikutnya kita harus tetap disiplin seperti bulan puasa. Karena Ramadhan titik awal pijakan untuk melangkah pada sebelas bulan berikutnya.

Perjalanan hidup kita masing-masing, belum di ketahui batas akhirnya. Semua mengarah pada satu titik, yaitu akhirat. Sebuah negeri yang kekal adanya. Sebab kehidupan dunia ini, adalah kesenangan sementara. (QS. 40 : 39).

Karena itu, setiap kita harus berpegang teguh dengan aturan hukum yang jelas dan pasti. Sebaik-baiknya aturan, adalah Al Qur’an yang telah di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Serta sunnah Rasulullah SAW. Yang menjelaskan segala sesuatu. Al Qur’an merupakan petunjuk dan rahmat serta kabar gembira bagi org-org yang berserah diri. (QS. 16 : 89). Serta memisahkan antara yg  hak dan yang bathil. (QS. 86 : 13).

Oleh karena itu, seusai puasa Ramadhan ini, masing-masing diri tetap dengan pola hidup seperti selama puasa. Mengikuti jalur lurus Ramadhan. Kita tetap harus mendisiplinkan diri. Taat dengan semua aturan kehidupan. Berbuat semaksimal mungkin sesuai deng lan Al Qur’an dan sunnah Rasul. Jangan sampai kita membuat aturan sendiri yang bertentangan satu sama lain. Serta bertentangan Al Qur’an dan hadits.

Sebagai org yang beriman, senantiasa mentaati Allah Subhannahu Wa Ta’ala dan mentaati Rasulullah SAW. Juga mentaati ulil amri yang telah di beri amanah. Apabila di antara kita ada selisih pendapat tentang sesuatu hal. Maka rujuklah dengan Al Qur’an dan sunnahnya Rasulullah SAW. Itulah petunjuk jalan lurus bagi orang beriman agar lebih baik hasilnya. (Lihat QS. 4 : 59).

Salam dari Bekasi.
Rabu, 13 Juni 2018.

*abu hanifah*

Bagikan Ini :