PM Mahathir Mohammad/Foto : Net

telusur.co.id – Langkah tegas pemerintahan Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohammad untuk membersihkan pejabat tinggi di lembaga pemerintahannya, menimbulkan reaksi dari pejabat yang diangkat oleh PM Najib Razak. Dua hakim terkemuka Malaysia mundur dari jabatannya

Adalah Hakim Agung Raus Sharif dan Ketua Pengadilan Banding Zulkefli Ahmad Makinudin menyatakan akan mundur pada 31 Juli 2018, demikian pernyataan yang dikeluarkan kepala kantor pengadilan federal.

“Yang Mulia Raja sudah memberikan persetujuan untuk undur diri mereka pada 8 Juni,” kata pernyataan itu.

Sebelumnya, pengangkatan kedua Hakim tersebut oleh PM Najib Razak, telah ditentang  Persaudaraan hukum Malaysia, karena keduanya sudah melampaui masa pensiun.

Pekan lalu, Malaysia menunjuk Jaksa Agung baru, yang menyatakan tidak akan ada yang ditutup-tutupi dan akan mengejar pelaku pidana dan penjahat perdata atas skandal korupsi di dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang didirikan Najib.

Jaksa Agung baru itu adalah Tommy Thomas, menggantikan Mohamed Apandi Ali, yang pada 2016 membersihkan Najib dari kesalahan dalam skandal miliaran dolar 1MDB, dan Najib membantah melakukan kesalahandalam perkara dimaksud.

Begitu pula dengan Gubernur Bank Sentral Muhammad Ibrahim juga mundur pada pekan lalu, hanya dua tahun dari masa jabatan yang lima tahun.

Mundurnya Muhammad tampaknya sebagai dampak dari skandal 1MDB, sesudah kementerian keuangan pada bulan lalu menyatakan sekitar 500 juta dolar, yang dikumpulkan dari penjualan tanah oleh pemerintah ke bank sentral itu, digunakan untuk membayar kewajiban 1MDB pada tahun lalu. (Red/Ant/Reuters).

Bagikan Ini :