Beduk Lebaran/Net

Oleh : Abu Hanifah

Suasana akan berakhirnya Ramadhan, beberapa hari lalu sangat terasa. Beberapa mesjid mulai terlihat kemajuan dari barisan shaf. Pada awal Ramadhan mesjid penuh sesak. Jama’ah luber hingga ke halaman depan dan samping mesjid. Perlahan tapi pasti, pada minggu ketiga, mesjid mulai longgar. Kini hanya “orang-orang” pilihan yang masih bertahan mencintai mesjid.

Siapakah saja manusia yang tetap mencintai mesjid itu. Mereka adalah orang-orang mampu mengengkang hawa nafsu. Orang yang tunduk, taat dan patuh akan perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala. Bukan mengikuti perintah hawa nafsu. Yang tentu saja akan merugikan dan menghancurkan dirinya sendiri.

Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya : “Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu. Niscaya ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-oramg yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat. Karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. 38 : 26).

Mengabaikan perintah Allah, berarti kita tidak berhasil menundukan diri sendiri. Boleh-boleh saja dirinya seorang jagoan. Punya pasukan dan disegani banyak kalangan. Tetapi dengan dirinya, dengan ego nya sama sekali tidak berkutik. Hawa nafsu telah menguasai dirinya. Semua telah melalaikan, menggiurkan, melenakan dirinya. Dirinya menjadi sombong, takabur, riya, kemaruk harta, tahta. Senang disanjung dan dipuji. Dirinya tidak sadar bahwa hawa nafsu dan setan mengarahkan kpd kejahatan. Setan adalah musuh yg nyata bagi manusia. (QS. 17 : 53).

Hampir sebulan kita melalui proses pengekangan hawa nafsu. Apakah setiap kita telah berhasil mengakhiri Ramadhan dengan baik. Berhasil menahan diri dari mengikuti hawa nafsu. Dari mengikuti rayuan setan dalam urusan dunia yang semua terasa indah. Maka berarti kita telah menuju tempat kembali yang benar. Sebaik-baiknya tempat tinggal adalah surga. (QS. 79 : 40-41). Ini merupakan janji Allah Azza wa Jalla. Sungguh Allah tidak menyalahi janji. (QS. 3 : 9) (red/ist).

Salam dari Bekasi.
Kamis, 14 Juni 2018.

*abu hanifah*

Bagikan Ini :