Foto: net

telusur.co.id – Anggota DPR Firman Soebagyo mengatakan, keberhasilan pemerintah mempertahankan harga stok pangan saat puasa dan lebaran tidak dapat diklaim atas keberhasilan semata oleh menteri perdagangan (Mendag) Enggarstiato Lukito.

Sebab, dibalik itu juga ada usaha dari menteri pertanian Amran Sulaiman sejak awal sudah berusaha keras untuk mempertahankan harga stok pangan khususnya kebutuhan bahan pokok demi menghadapi moment besar seperti ini.

“Hendaknya keberhasian mempertahankan stok pangan bukan dari pihak mendag saja. Karena sejak tahun-tahun sebelumnya, peran dari Mentan sudah sangat kuat untuk menjaga keamanan stok pangan sesuai komitmen dari Presiden kepada rakyat,” kata Firman melalui pesan singkat, Kamis (14/6/2018).

Politikus Golkar ini mengapresiasi kerja dari Mentan, Amran Sulaiman yang tidak henti-hentinya bekerja keras untuk mwningkatkan pruduksi swasembada pangan khususnya beras dengan melakukan koordinasi lapangan untuk memamtau dan meningkatkan produksi pangan nasional itu. Disamping juga tim satgas pangan serta peran KPPU dalam menjalankan tugasnya berkoordinasi lintas sektor tekait yang juga tidak dipisahkan adalah peran Perum Bulog sebagai buffer stok dan penyangga harga.

Sebaliknya, Firman justru balik mempertanyakan kebijakan import pangan seperti beras yang mencapai 1 juta Ton itu untuk kepentingan siapa? Apalagi, faktanya perum Bulog menolak dan menyatakan stok pangan nasional masih mencukupi.

“Ini yang patut dipertanyakan kerja dari Mendag dalam menjaga stok pangan untuk siapa keperluan import 1 juta ton beras?. Dan ini patut dicurigai ada maksud apa dibalik kebijakan mendag dengan itu semua. Terlebih kalau kita lihat swasembada pangan nasional justru mencukupi dan tidak perlu sampai membuka kran import,” jelas mantan anggota komisi IV DPR ini.

Namun demikian ditengah keberhasilan itu. Firman tetap mengingatkan semua pihak termasuk satgas pangan harus tetap waspada terhadap mafia pangan karena dari isu beredar bahwa mafia pangan rekanan Bulog sudah enggan bermitra dengan Bulog setelah adanya dirut baru yakni Budi Waseso sebagai karena dianggap tegas dan punya komitmenya cukup kuat memberantaa mafia pangan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok jelang Lebaran dalam kondisi stabil. Di antaranya harga daging ayam yang sudah mulai turun dan harga sembako.

‎“Pada H-3 Lebaran, secara keseluruhan harga stabil dan terkendali. Tidak hanya pada Lebaran tahun ini saja, kami berkomitmen menjaga stabilitas harga hingga tahun depan sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi),” ujar dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (13/6/2018).‎

Dari hasil pantauan, tercatat harga beras medium Bulog dijual pada kisaran Rp 8.950-Rp 10 ribu per kg.

“Untuk beras, kami menyediakan beras dari Bulog. Saya juga minta Bulog untuk dapat menyalurkan beras secara merata dan menjual beras medium dengan kualitas yang bagus. Seluruh masyarakat yang membutuhkan beras Bulog akan kami siapkan. Jadi tidak usah khawatir, stok kami cukup,” kata Enggartiasto.

Sementara itu, gula pasir dijual dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 11.500-Rp 13 ribu per kg.

“Sebenarnya harga eceran tertinggi (HET) gula kami tetapkan sebesar Rp 12.500. Tetapi harga gula sebesar Rp 13 ribu tidak bisa dijadikan patokan karena masih terdapat barang yang sama dengan harga di bawah HET. Terutama kalau di pasar rakyat, di mana masyarakat masih melakukan praktik tawar-menawar,” ungkap dia. (ham)

Bagikan Ini :