Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus di sekitar kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis malam (14/6/18).

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi malam takbiran agar tak dilakukan di Monas.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, pengaturan arus di sekitar Monas diberlakukan secara situasional.

“Rekayasa lalu lintas yang dipersiapkan malam takbir, pelaksanaannya situasional,” kata Budiyanto.

Berikut pengaturan lalu lintas yang disiapkan Ditlantas Polda Metro Jaya;

1. Arus lalu lintas dari Tugu Tani yang mengarah ke Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira ke arah Lapangan Banteng, mengarah ke Pasar Baru, Jalan Gunung Sahari dan seterusnya atau Jalan Perwira ke arah Lapangan Banteng, Tugu Adipura, Veteran Raya menuju Harmoni, Jakarta Pusat.

2. Arus lalu lintas dari Veteran Raya yang mengarah ke Medan Merdeka Utara diluruskan ke Harmoni dan seterusnya.

3. Arus lalu lintas dari Hayam Wuruk yang akan mengarah ke Jalan Merdeka Barat dibelokkan ke Jalan Juanda menuju Pasar Baru dan seterusnya.

4. Arus lalu lintas dari Bundaran HI yang mengarah ke Jalan Merdeka Barat dibelokkan ke Budi Kemuliaan menuju Jalan Abdul Muis ke arah Jalan Majapahit dan seterusnya atau dari Patung Kuda belok kanan ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan dan seterusnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, agar kawasan Monumen Nasional terbebas dari keramaian saat takbiran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar takbiran di 5 wilayah.

Untuk lima wilayah itu, pihaknya masih akan melakukan koordinasi. “Nanti kita akan koordinasi,” kata Sandi kepada wartawan di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/6).

Sandi mengatakan, dirinya bersama Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan akan turut dalam kegiatan takbir keliling.

Namun, Sandi belum mengungkapkan 5 tempat yang akan digunakan takbiran tersebut. Dia bersama Gubernur DKI Anies Baswedan akan ikut takbiran dengan warga, dan berkeliling ke wilayah yang nanti akan ditentukan.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau warga tidak merayakan malam kemenangan dengan berhura-hura di jalan, atau tidak melakukan konvoi pada malam takbiran.

“Saya mengimbau, rayakan malam kemenangan tidak perlu dengan berhura-hura di jalan. Apalagi menggunakan kendaraan, naik ke atas kap dan jatuh,” kata Kapolri di Polda Metro Jaya, Kamis (14/6). [ipk]

Bagikan Ini :