Lionel Messi/Reuters

telusur.co.id – Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi gagal memberikan kemenangan untuk negaranya setelah dirinya gagal mengeksekusi tendangan penalti, saat Tin Tango bertemu Islandia di laga awal, Piala Dunia 2018, Rusia.

Kegagalan Messi pun menuai banyak komentar. Salah satunya datang dari Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman.

Menurut Liberman, kegagalan penalti Messi disebabkan karena tim Argentina batal melawan tim Israel beberapa waktu lalu.

“Dalam permainan Argentina melawan Islandia kami melihat betapa Messi perlu pertandingan pemanasan melawan Israel,” kata Liberman lewat akun Twitter-nya, yang terpantau telusur.co.id, Minggu (17/6/18).

Anggota Parlemen Arab Israel Ahmed Tibi juga mengaitkan kegagalan penalti itu dengan pembatalan pertandingan pemanasan tim nasional Argentina di Yerusalem.

Who was happier that Messi missed his penalty today? (Siapa yang lebih bahagia dengan kegagalan penalty Messi hari ini?)” tulis Tibi dalam bahasa Inggris.

Diketahui, Argentina bermain imbang dalam pertandingan perdana melawan Islandia di Piala Dunia 2018 dengan skor 1-1, Sabtu (16/6/18).

Sekedar informasi, Argentina membatalkan pertandingan pemanasan Piala Dunia dengan Israel setelah lokasi pertandingan dipindahkan ke Yerusalem, dari lokasi sebelumnya Haifa.
Penolakan itu dilakukan sebagai tindakan solidaritas Argentina untuk mengecam kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap demonstran Palestina di Jalur Gaza.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga mengecam tindakan kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina lewat resolusi yang disahkan pada Rabu (13/6). Sedikitnya 130 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza.

Resolusi tersebut juga menyerukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memberikan perlindungan internasional kepada warga Palestina. Resolusi yang berjudul ‘Protection of Palestinian Civilians’ telah dipungut suarakan dengan hasil akhir 120 mendukung, 8 menolak dan 45 negara abstain. [ipk]

Bagikan Ini :