telusur.co.id – Kepolisian, dalam hal ini Polda Mentro Jaya telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat mesum yang melibatkan Rizieq Shihab.

Penghentian kasus itu pun mendapat tanggapan positif dari bekas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dari dalam penjara, seperti yang diungkapkan adiknya, Fifi Lety Indra, Ahok bersyukur kasus Rizieq dihentikan.

Menurut Fifi, salah satu alasan Ahok meghormati keputusan Polri adalah karena kasus yang melibatkan Rizieq itu dinilai tidak memenuhi unsur pidana.

Karena respons Ahok itu, Fifi lantas mendapat pertanyaan dari berbagai pihak. Dan supaya terang, ia pun menjelaskannya lewat akun Instagram miliknya.

Lewat akun IG, Fifi menuturkan, Ahok dengan jelas dan pasti menyatakan dukungannya terhadap penghentian kasus Rizieq itu. “Itu benar,” tulis Fifi, Senin (18/6/18).

Ahok, mengucapkan “Puji Tuhan” ketika tahu kasus Rizieq dihentikan. Kata yang sama juga diucapkan Ahok ketika Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya ditolak.

Ahok, kata Fifi, selalu mengutip ayat Alkitab dalam kehidupannya. Lalu, apakah adil jika dikaitkan dengan kasusnya, jawaban Ahok, kata Fifi, tetap “Puji Tuhan”.

Instagram

Diketahui, Kebenaran informasi penghentian kasus chat berbau porno, yang dialamatkan pada Habib Rizieq Shihab benar adanya.

Adalah Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, yang membenarkan jika Polisi telah mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), kasus tersebut.

“Betul penyidik sudah hentikan kasus ini,” kata M. Iqbal saat dikonformasi, Minggu (17/6/18).

Namun Iqbal belum menjelaskan secara rinci mengenai alasan dihentikannya kasus ini. Menurutnya, SP3 adalah ranah penyidik.

Sebelumnya, viral video Rizieq Shihab yang mengaku sudah menerima SP3 kasus dugaan chat mesum yang dituduhkan kepadanya, dengan wanita bernama Firza Husein. Dalam video, selain mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H bagi rakyat Indonesia, Rizieq juga mengaku telah mendapatkan SP3 itu dan dipegang olehnya yang kini masih berada Arab Saudi.

“Di hari yang fitri ini, kami juga ingin menyampaikan kabar baik untuk kita semua, alhamdulillah ya rabbil alamin, hari ini kami mendapatkan kiriman surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah yang dikirim oleh pengacara kami, yaitu Bapak Sugito, yang beliau dapatkan SP3 ini dari langsung dari penyidik,” kata Habib Rizieq dari Mekkah melalui video tersebut.

Dalam kesempatan ini juga Rizieq Shihab mengucapkan terimakasih atas dukungan FPI, ormas-ormas Islam, dan seluruh umat Islam serta para pengacara yang telah memperjuangkan terbitnya SP3.

“Dan akhirnya kepada pemerintah Republik Indonesia, khususnya pihak kepolisian Republik Indonesia, kami sampaikan apresiasi dimana mereka telah menyampaikan secara langsung surat SP3 asli tersebut kepada pengacara kami untuk disampaikan langsung kepada saya di kota suci Mekkah al-Mukarramah.”

Terkait hal tersebut, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro membenarkannya. Dirinya, sudah lama mendapat kabar soal SP3 kasus tersebut. Namun salinan asli baru diterima hari Rabu, 13 Juni 2018 kemarin.

“Jadi begini, saya dengar itu sudah lama. Tapi kami terima (salinan SP3), Rabu pagi,” kata dia.

Senada dengan Sugito, pengacara Rizieq yang lain, Kapitra Ampera juga membenarkan soal kabar SP3 kasus dugaan chat mesum itu.

Kapitra membenarkan video viral di YouTube itu Rizieq yang berbicara. “Hari ini hari kebebasan buat HRS dan juga hari kemenangan buat umat Islam, terimakasih polisiku doa kami bersamamu, salut kami,” kata Kapitra.

Diketahui, polisi telah menetapkan Habib Rizieq dan seorang wanita bernama Firza Husein sebagai tersangka terkait chat mesum yang beredar melalui situs baladacintarizieq.com.

Namun, sebelum penetapan tersangka itu keluar, pada hari Senin (29/5), Rizieq Shihab telah meninggalkan Indonesia dan dikabarkan ke Arab Saudi, Rabu (26/4).

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkannya Rizieq sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. [ipk]

Bagikan Ini :