Foto: ABCNews

telusur.co.id – Pemerintah Papua Niugini mengumumkan keadaan darurat, setelah massa bersenjata mengamuk dan membakar pesawat penumpang dan rumah gubernur setempat.

Seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Polisi mengatakan massa marah dengan keputusan pengadilan, yang membatalkan petisi terhadap pemilihan Gubernur William Powi 2017, di tengah kekhawatiran korupsi.

Perdana Menteri Peter O’Neill mengumumkan keadaan darurat sembilan bulan dan membekukan pemerintah provinsi.

“Keadaan normal sedang dipulihkan di provinsi itu. Hari ini, kami ingin meminta maaf kepada Papua Niugini atas peristiwa baru-baru ini yang telah terjadi, terutama karena frustrasi,” kata dia kepada surat kabar Post Courier, Senin (18/6/18).

“Tidak ada orang yang posisinya berada di atas hukum dan semua yang terlibat akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum, serta bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan.”

Sementara itu, O’Neill secara pribadi memberikan kekuatan darurat konstitusional kepada mantan polisi, Thomas Eluh untuk mengawasi operasi pemerintah provinsi.

Seorang wartawan Radio Selandia Baru di Mendi, Melvin Levongo, mengatakan polisi telah kalah jumlah dan tidak dapat menghentikan para perusuh yang dipersenjatai dengan senjata bertenaga tinggi.

“The mob wanted to do something… people were very angry towards the governor… and so did something to get the attention of the current government,” he told the broadcaster. [ipk]

Bagikan Ini :