Beduk Lebaran/Net

Oleh : Abu Hanifah

Selama bulan Ramadhan yang baru lewat, umat Islam bagaikan orangg sedang ikut perlombaan lari. Semua berlomba-lomba, tidak ada yang mau ketinggalan untuk berbuat kebaikan. Mengajak saudara-saudaramya sesama muslim untuk mengerjakan yang ma’ruf. Serta mengajak beriman hanya kepada Allah. Sendiri-sendiri atau pun bersama-sama mencegah dari kemungkaran. *(QS. 3 : 110).*

Tentu hal seperti yamg disebutkan diatas, akan terasa lebih indah bila tidak berhenti setelah Ramadhan. Kebiasaan berbuat kebajikan terus mengalir dan berlanjut di dalam hidup dan kehidupan kita. Memang sih, pahala pada bulan Ramadhan di tingkatkan Allah sepuluh kali lipat. Tetapi suatu kebiasaan baik, untuk berbuat kebajikan, hendaknya jangan berhenti begitu saja.

Karena beberapa hari lalu kita telah menyelesaikan pendidikan Ramadham. Kita keluar, Inshaa Allah menyandang predikat manusia bertakwa. Menjadi umat terbaik yang mampu menata, menjaga dirinya. Sehingga senantiasa bersih dari berbagai noda hitam yang dapat menutup permukaan hati. Hati yamg berhasil keluar pendidikan Ramadhan dengan baik, dirinya jadi pemenang. Sehingga tingkat kepekaan dirinya menjadi lebih tinggi.

Akibatnya, dunia kehidupan di jadikan ladang ilmu yang sangat luas. Segala yang dilihat dan dirasakan, terhampar, tempat untuk menimba ilmu dan pahala kebaikan. Sebab pada setiap kejadian pasti ada ilmu hikma dibaliknya. Yang dapat menyebabkan kita semakin arif dan bijak. Serta makin bersemangat untuk berbuat kebaikan. Karena dirinya yakin, sekecil dan seberat zarah pun kebaikan yang dilakukannya. Dirinya akan melihat balasannya. *(QS. 99 : 7).*

Mudah-mudah kita bisa menyeru kepada kebaikan dan juga mampu untuk mengerjakannya. Karena saat ini, ada manusia yang hanya omdo (omong doang). Menyuruh oramg berbuat kebaikan, sedangkan dirinya melupakannya. *(QS. 2 : 44).*

Salam dari Yogya.
Senin, 18 Juni 2018.

*abu hanifah*

Bagikan Ini :