Segev was arrested during a visit to Equatorial Guinea in May and extradited to Israel/Reuters

telusur.co.id – Bekas menteri kabinet Israel, yang pernah dipenjara karena mencoba menyelundupkan pil ekstasi, Gonen Segev, dituduh menjadi mata-matai untuk Iran.

Ha itu pun menjadi pukulan telak untuk Israel, mengingat Iran adalah musuh bebuyutan mereka.

Segev yang saat ini tinggal di Nigeria, dikabarkan telah ditangkap saat kunjungan ke Guinea Ekuatorial, dia kemudian diekstradisi ke Israel.

“Melakukan pelanggaran untuk membantu musuh dalam perang dan memata-matai negara Israel,” kata keamanan Shin Bet agensi sebagaimana dikutip dari aljazeera, Selasa (19/6/18).

Dia menambahkan, Segev yang pernah menjadi menteri energi Israel pada pertengahan 1990-an, bertindak sebagai agen intelijen Iran dan menyampaikan informasi terkait dengan pasar energi dan situs keamanan di Israel termasuk bangunan dan pejabat di organisasi politik dan keamanan.

Shin Bet mengatakan, Segev telah menempatkan beberapa orang Israel dalam sektor keamanan dalam kontak dengan agen-agen intelijen Iran, memperkenalkan Iran sebagai pengusaha.

Segev, seorang dokter, dituduh pada tahun 2004 dengan mencoba menyelundupkan 30.000 tablet ekstasi ke Israel dari Belanda, menggunakan paspor diplomatik dengan tanggal kadaluwarsa yang dipalsukan.

Pada tahun berikutnya, dia mengakui tuduhan itu sebagai bagian dari perjanjian tawar menawar. Dia pun meninggalkan Israel pada 2007 setelah dibebaskan dari penjara. [ipk]

Bagikan Ini :