telusur.co.id – Pernyataan pihak Istana bahwa penunjukan perwira TNI-Polri sebagai penjabat gubernur pernah dilakukan di era pemerintahan sebelumnya mendapat kritikan.

Dalam akun twitternya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai pemerintah tak mau melakukan koreksi kesalahan masa lalu. Namun, kesalahan itu malah diteruskan.

“Jadi dasar dari pemerintahan @jokowi adalah bukan membangun kultur profesional dalam kelembagaan negara…tetapi mencari lubang di masa lalu untuk dipakai….jadi masa lalu bukan dikoreksi kalau salah tapi dipakai dan diteruskan demi kekuasaaan,” tulis Fahri pada, Kamis (21/6/18).

Diketahui, Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menjelaskan bahwa pengangkatan itu merupakan hal yang biasa. Apalagi, pemerintah sebelumnya pernah melakukan hal yang sama yaitu menunjuk Mayjen TNI Setia Purwaka dan Mayjen TNI Tanribali Lamo sebagai penjabat gubernur.[far]

Bagikan Ini :