Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Uang senilai 18.000 dolar AS sangat banyak jika dibelikan kerupuk atau dodol. Namun sayang, uang sebanyak itu tidak bisa digunakan lantaran sudah dimakan oleh tikus.

Kejadian itu terjadi di India, pada Kamis. Bank Negara India (SBI) mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang tidak bisa digunakan selama beberapa hari.

Ngadatnya ATM mengharuskan pihak SBI mengirimkan teknisi ke ATM, setelah dicek mereka mulai mencium bau tikus. Ternyata teknisi menemukan di dalam ATM itu uang kertas rupee India senilai hampir 18.000 dolar AS yang rusak dimakan oleh seekor tikus. Tikusnya mati. Teknisi pun mempertanyakan bagaimana tikus bisa masuk dan menghindari kamera keamanan mesin dan memakan uang-uang kertas tersebut, kata seorang pejabat Bank Negara India (SBI) pada Kamis.

“Mesin ATM tak berfungsi selama beberapa hari dan ketika teknisi kami buka anjungan itu, kami kaget menemukan kepingan-kepingan uang kertas sampai ada yang hancur dan seekor tikus mati,” kata Chandan Sharma, manajer cabang SBI di Tinsukia, Assam, negara bagian di timur laut India dilansir reuters.com.

“Kami mulai menyelidiki insiden yang jarang terjadi ini dan akan mengambil langkah-langkah agar jangan terulang lagi.” SBI merupakan bank terbesar di India dengan lebih 50.000 ATM yang tersebar di seluruh negara itu. Sebagian besar ATM di India memiliki kamera tersembunyi yang dipasang untuk alasan keamanan.

Sharma mengatakan rekaman di kamera di ATM di Tinsukia menunjukkan tak ada tikus masuk. Dari 2,9 juta rupee (42,685 dolar AS) di ATM itu, 1,7 juta rupee (25,022 ditemukan dalam keadaan utuh.

Tetapi uang kertas senilai 1,2 juta rupee (17,662) rusak. Foto-foto yang diambil wartawan setempat dan dikaji oleh Reuters setelah mesin ATM dibuka memperlihatkan kepingan-kepingan uang kertas bernilai 500 dan 2000 rupee berwarna abu-abu dan ungu. (ham)

Bagikan Ini :