Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengatakan, di tengah derasnya arus globalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa harus terus ditanamkan kepada generasi muda atau generasi now. Dengan demikian dapat menjadi pondasi kuat dalam menghadapi kuatnya arus dan pengaruh budaya luar yang dirasa tidak sesuai, serta dapat mencerabut jati diri bangsa.

“Anak-anak muda perlu dikenalkan kepada budaya-budaya lokal, sehingga tidak tercerabut identitasnya, identitas budayanya, identitas sosialnya. Hal ini sangat penting,” kata Moeldoko, Jumat (21/6).

Era globalisasi menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dimana, segala norma dan etika yang menjadi kekuatan, tidak tergerus dengan kemajuan zaman. Justru sebaliknya, dapat tetap hidup ditengah arus global.

“Yang paling penting, agar dalam permainan global, nilai-nilai budaya lokalnya tidak tercerabut,” tandasnya.

“Melalui seni, kita sungguh amat berharap agar nilai-nilai luhur bangsa itu, terus terjaga,” kata Moeldoko.

Sementara itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengamini pernyataan Moeldoko. Indonesia memang menghadapi situasi yang tidak mudah dalam masalah pengaruh budaya asing. Saat ini, kebudyaan melalui medsos dan media konvensional tidak bisa dibendung. “Saya kira tantangannya memang sulit, karena tidak ada pijakan bersama dari pemerintah pusat dan daerah dalam hal seni dan budaya,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Ia menilai perlu dihidupkan kembali model kebijakan era orde baru seperti Garis Besar Haluan Negara (GBHN). “Saat ini kan mungkin kebijakan pemerintah pusat dan daerah banyak yang tidak sinkron, termasuk dalam hal budaya, padahal kebudayaan local adalah kebudayaan nasional,” tuturnya. (ham)

Bagikan Ini :