telusur.co.id – Fullback West Ham United Pablo Zabaleta beropini, Argentina terlalu gampang didikte Kroasia ketika kedua tim bentrok di laga kedua Grup D. Utusan Eropa itu meraih kemenangan mudah, 3-0.

Laskar Jorge Sampaoli tak berdaya saat meredam gol-gol Ante Rebic, Luka Modric dan Ivan Rakitic. Dengan hasil positif ini, Kroasia memastikan diri lolos ke babak perdelapan-final.

Ada pun Tim Tango berada di ujung tanduk dan diwajibkan meraih kemenangan terbaik saat bentrok dengan Nigeria di laga terakhir fase grup.

Zabaleta mengaku kesal melihat performa Argentina, yang justru melorot di babak kedua setelah di babak pertama bermain tanpa gol. Selain itu, sang pemain juga memberikan catakan khusus bagi si pelatih atas strategi yang diterapkannya di laga ini.

“Sangat berat bagi saya untuk mengatakan tetapi mereka amat sangat buruk. Terutama di babak kedua. Mereka sangat terprediksi dan mereka tidak menciptakan apapun – begitu banyak kesalahan,” kata Zabaleta kepada BBC.

“Mereka terlihat begitu frustrasi pada 15 menit terakhir pertandingan, hanya bisa menendang orang.

“Ya, kita bisa membicarakan kesalahan Willy Caballero yang berdampak mahal pada permainan tetapi itu bukan satu-satunya kesalahan. Saya pikir tim tampak sangat buruk. Kami mungkin tidak melihat satu tembakan dari Lionel Messi pada babak kedua.

“Dia [Sampaoli] menarik keluar Sergio Aguero – mengapa dia tidak memainkan Gonzalo Higuain dan Aguero di depan bersama? Jika saya bek Kroasia dan saya harus menghadapi Aguero dan Higuain, saya akan lebih khawatir. Juga mungkin bagi gelandang untuk lebih dekat bek tengah lawan, tetapi ini performa sangat buruk dari Argentina.”

Bagikan Ini :