Foto: EPA

telusur.co.id – Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA, akan membuka proses disipliner terhadap pemain Swiss, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, saat mereka merayakan gol, ketika Swiss menang atas Serbia, dalam pertandingan Piala Dunia 2018.

Kedua pemain, yang merupakan etnis Albania itu, merayakan gol dengan gerakan yang terlihat meniru elang yang tergambar di bendera Albania.

Serbia menolak mengakui kemerdekaan bekas provinsinya Kosovo, yang dihuni 1,8 juta orang sebagian besar etnis Albania dan memisahkan diri 10 tahun lalu.

Para pemain itu membantah bahwa perayaan mereka bersifat politis. “Bagi saya itu adalah hari yang sangat istimewa,” kata Xhaka seperti dikutip Reuters,Minggu (24/6/18).

“Ini adalah kemenangan bagi keluarga saya, untuk Swiss, Albania, Kosovo. Isyarat itu untuk semua orang yang telah mendukung saya. Itu tidak ditujukan pada lawan kita. Itu adalah permainan yang sangat emosional.”

Shaqiri berkata hal itu tidak ada hubungannya dengan politik. “Ini tentang sepak bola,” kata dia.

Switzerland’s Xherdan Shaqiri celebrates scoring their second goal. (Foto: Gonzalo Fuentes/Reuters)

FIFA mengatakan, pihaknya juga telah membuka persidangan melawan asosiasi sepak bola (FA) Serbia karena kerusuhan massa serta menampilkan pesan-pesan politik dan ofensif oleh fans Serbia.

Penyelidikan awal FIFA telah dibuka melawan pelatih Serbia Mladen Krstajic untuk pernyataan yang diduga dibuat setelah pertandingan.

Laporan media mengutip Krstajic yang mengatakan kepada wartawan Serbia bahwa wasit Jerman Felix Brych, yang menolak hukuman timnya, harus diadili di Den Haag, tempat pengadilan kejahatan perang PBB untuk bekas Yugoslavia.

Diketahui, dalam laga itu, Swiss mengalahkan Serbia 2-1 di pertandingan Grup E. [ipk]

Bagikan Ini :