Paslon Gubernur Kalbar Nomor Pemilihan 1, Milton -Boyman/Net

telusur.co.id – Jelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018, Lembaga Survei Suara Kalimantan Barat (LSS Kalbar) merilis hasil survei elektabilitas calon Gubernur Kalbar, yang diikuti oleh tiga pasang calon.

Hasilnya, Pasangan Milton Crosby-Boyman Harun yang diusung oleh Partai Gerindra dan PAN menempati posisi pertama, dengan memperoleh 49,2 persen suara dari 1.067 responden.

Sedangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan PKPI, Karolin Margaret Natasha-Suryadman Gidot menempati posisi kedua dengan memperoleh 23,8 persen dari jumlah responden yang sama.

Sementara pasangan yang banyak diusung parpol, yakni Sutarmidji-Ria Norsan hanya memperoleh 24,6 persen suara. Adapun pasangan nomor urut tiga itu diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, PKB, PKS dan Hanura. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 2,4 persen.

Menurut Direktur Eksekutif LSS Kalbar, Firmansyah pergerakan pada akhir masa kampanye menjadi hal yang sangat menentukan menjelang pencoblosan di TPS.

Situasi dan kondisi secara makro mikro, dapat mengubah peta politik dalam kontestasi pilkada. Untuk itu menjelang detik-detik pencoblosan LSS Kalimantan Barat mengadakan survei elektabilitas para calon Gubernur di Kalimantan Barat.

“Sesuai dengan DPT Kalimantan Barat pada Pilkada 2018 sebanyak 3.436.127 maka responden yang diambil dalam survei ini berjumlah 1.067 dengan margin error kurang lebih 3 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen,” kata Firmansyah dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (24/6/18).

Untuk pasangan Milton-Boyman, kata dia, yang meraih elektabilitas paling tinggi dalam surveinya, lantaran pengaruh pergerakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang belakangan ini hangat dibicarakan di berbagai media.

“Prabowo Subianto yang merupakan representatif dari Partai Gerindra mampu mendongkrak perolehan suara para wakilnya di berbagai daerah. Bukan hanya di Kalimantan Barat,” kata dia.

Sementara peta politik Kalbar yang memanas pada detik akhir, tidak mempengaruhi pasangan Milton-Boyman.

“Pertarungan lebih banyak terjadi pada pasangan Karolin-Gidot dan Sutarmidji-Norsan sehingga membuat swing voter yang sangat tinggi di awal beralih kepada pasangan Milton-Boyman,” kata Firmansyah.

Diketahui, Milton pernah menjabat sebagai Bupati Sintang. Sedangkan pasangannya, Boyman adalah mantan Wakil Bupati Ketapang. Jadi, soal pengalaman keduanya tidak perlu diragukan. Bukan hanya itu, keduanya juga pasangan yang merepresentasikan dua etnis besar di Kalbar, yaitu Dayak-Melayu serta dua agama besar di provinsi itu. [ipk]

Bagikan Ini :