Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengingatkan kepada masyarakat dan tim pemenangan masing-masing calon untuk memantau situasi dan kondisi di masa tenang.

Sebab, berdasarkan pengalaman pelaksanakaan pemilihan kepala daerah tahun 2015 dan tahun 2017, masa tenang justru menjadi masa yang berpotensi munculnya kerawanan.

“Masa tenang memiliki potensi kerawanan pelanggaran pilkada, terutama dari tim pasangan calon, tim sukses, atau tim kampanye, termasuk simpatisan ataupun relawan,” ungkap Titi melalui keterangan persnya, Minggu.

Mulai dari alat peraga kampanye yang masih terpasang melampaui tenggat yang ditentukan (H-1 pemilihan), pengerahan pemilih, politik uang, hingga potensi terjadinya ancaman atau intimidasi kepada pemilih dalam menentukan pilihan di dalam pemilihan kepala daerah.

Oleh sebab itu, kerawanan ini tidak boleh terjadi, dan kepada seluruh elemen pasangan calon kepala daerah yang berkontestasi di dalam pemilihan kepala daerah 2018 untuk dapat menahan diri agar tidak terjadi praktik pelanggaran dalam bentuk apapun di dalam masa tenang pemilihan kepala daerah 2018, menuju hari pemungutan suara pada 27 Juni 2018.

Masa kampanye pemilihan kepala daerah 2018 resmi berakhir Sabtu, 23 Juni 2018. Mulai Minggu sampai dengan Selasa (24-26 Juni 2018) tahapan Pilkada 2018 masuk ke masa tenang.

Selanjutnya helat puncak pemilihan kepala daerah akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Juni 2018. 171 daerah akan melaksanakan pemungutan suara secara serentak di pilkada transisi gelombang ketiga ini. Dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2018, 17 diantaranya adalah provinsi di Indonesia. (ham)

Bagikan Ini :