telusur.co.id- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yakin kecurigaan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas dugaan ketidaknetralan aparat Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Pilkada 2018, pasti memiliki dasar yang kuat.

Karenanya, Presiden Joko Widodo diminta menanggapi kecurigaan SBY. Dan tidak menganggap remeh atau enteng tudingan tersebut.

“Pak SBY ini bukan orang sembarangan. Dia pernah memimpin lembaga-lembaga itu 10 tahun. Jadi dia tahu titik lemah dan kemungkinan yang terjadi,” ujar Fahri di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (25/6/18).

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menambahkan, alasannya meminta Jokowi menjawab kecurigaan itu, agar masyarakat tetap respek kepada aparat saat perhelatan Pilkada yang akan digelar pada 27 Juni lusa. Bukannya, menaruh curiga kepada mereka.

“(Memang) sebagai aparat dan pejabat publik itu harus transparan. Kita tidak saja harus netral, tapi harus tampak netral. Karena itu hati-hati bersikap dan bekerja,” tukasnya.[far]

Bagikan Ini :