telusur.co.id — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kekeringan mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Meskipun musim kemarau baru memasuki periode awal namun faktanya beberapa daerah mulai mengalami kekeringan.

“Masyarakat kekurangan air bersih sehingga mengharapkan bantuan dari droping air bersih. Diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah terkait penyediaan air bersih,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Kekeringan telah melanda Kabupaten Gunungkidul Provinsi DI Yogyakarta.

*Lokasi :*
Prov. DIY
Kab. Gunungkidul
– Kec. Girisubo
– Kec. Ngelipar
– Kec. Paliyam
– Kec. Panggang
– Kec. Purwosari
– Kec. Rongkop
– Kec. tanjungsari
– Kec. Tepus
– Kec. Ngawen
– Kec. Pnjong
– Kec. Gedangsari

*Jumlah terdampak : 31.607 KK / 96.523 Jiwa Sbb :*
– Kec. Girisubo; 4.572 KK
– Kec. Ngelipar; 1.853 KK/5.637 jiwa
– Kec. Paliyam; 6.014 KK/20.769 Jiwa
– Kec. Panggang; 1232 KK/4677 jiwa
– Kec. Purwosari; 912 KK/3390 jiwa
– Kec. Rongkop; 3820 KK/11800 jiwa
– Kec. tanjungsari; 3100 KK/11186 jiwa
– Kec. Tepus; 8232 KK/32851 jiwa
– Kec. Ngawen; dalam pendataan
– Kec. Pnjong; 766 KK/2765 jiwa
– Kec. Gedangsari; 1106 KK/3448 jiwa

*Kronologis :*
– Akibat musim kemarau

*Upaya :*
– BPBD Kab. Gunung Kidul mendistribusika air bersih sebanyak 5.000 liter, dengan target 3.360 tangki air bersih, dengan distribusi perharinya 24 tangki air bersih dan 6 unit armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter lengkap dengan disel pompa air, pipa dan selang.
– Pendistribusian air bersih sudah dimulai tanggal 4 juni sampai sekarang. (Red)

Bagikan Ini :