Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Setelah lebaran, rupiah kembali takluk dengan perkasanya dolar Amerika Serikat. Senin, rupiah kembali melemah diangka Rp14.113 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani usai dipanggil Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta beralasan jika faktor pelemahan rupiah dilihat dari “benchmark” terhadap negara lain maupun terhadap dolar AS sendiri.

“Karena ini setiap hari ada pemicunya, apakah hari ini Presiden Trump bilang ini, kemudian policy-nya terhadap RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” kata Sri Mulyani kepada wartawan.

“Jadi ini akan terus dinamis yang akan harus kita terus respons, tidak harian tapi kita jaga dari sisi yang disebut jangka menengah panjang.”Menkeu mengatakan bahwa selama tahun ini pelaksanaan APBN bisa berjalan secara baik dan momentum pertumbuhan ekonomi tetap akan dijaga.

“Kita akan melihat banyak sekali segi itu, jadi kita tidak merespons setiap hari, namun kita melakukan apa yang disebut monitoring evaluasi dan reaksinya secara bersama-sama,” katanya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 27 poin menjadi Rp14.113 dibanding posisi sebelumnya Rp14.086 per dolar AS. (ant)

Bagikan Ini :