Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono/Net

telusur.co.id – Politisi Partai Demokrat, Ihwan Datu Adam geram dengan tuduhan panik yang dialamatkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, SBY karena mengungkapkan netralitas aparatur negara dalam Pilkada.

“Mengingatkan hal yang benar kok malah dikait-kaitkan dengan kalimat “SBY panik”. Tidak berdasar dan sumir tuduhan ini, biasanya yang panik adalah mereka yang gandrung berbuat curang,” ujar Ihwan Datu kepada wartawan, Minggu.

Menurut dia, tidak ada yang salah dari ucapan SBY yang menyinggung TNI, Polri yang tidak netral dalam proses Pilkada karena Undang-Undang memang telah secara tegas mengatur bahwa aparat TNI, Polri, dan BIN harus bersikap netral dan tidak memihak dalam Pilkada dan Pemilu.

Bukti ketidaknetralan, disebutkan dia, dengan dibebastugaskannya Wakapolda Maluku oleh Kapolri karena keterlibatan dan keberpihakannya pada Calon Gubernur yang didukung PDIP justru mengkonfirmasi pihak mana yang sebenarnya panik.

“Ini semakin menegaskan pernyataan politisi PDIP adalah penyesatan, ibarat pepatah lempar batu sembunyi tangan. Hanya dalam hitungan hari apa yang menjadi kekhawatiran dan diperingatkan pak SBY telah menemukan kebenarannya,” katanya.

Sekali lagi, Partai Demokrat mengingatkan, menjelang hari-H pencoblosan yang tinggal menghitung hari agar Polri, BIN dan TNI menjaga netralitasnya, tidak melanggar sumpah jabatan dan mematuhi UU.

“Agar pilkada kita ini bisa berjalan demokratis, jujur, dan adil.”

Sekali lagi himbauan ini dilandasi pandangan Partai Demokrat agar tidak ada lagi perwira-perwira terbaik TNI Polri yang menjadi korban di Pilkada ini seperti halnya kejadian di Maluku, serta bangunan demokrasi yang telah kita bangun sebagai buah reformasi menjadi semakin kuat dan berkualitas tak di nodai Pemilu yang diintervensi kekuasaan.

“Ketua Umum kami pak SBY adalah pelaku sejarah dan salah satu penggagas Reformasi TNI Polri, jadi jangan karena Pilkada ini menjadi tercederai. Pandangan ini dilandasi semangat kenegarawanan dan komitmen yang tinggi pada demokrasi serta kecintaan pada almamater TNI dan Polri agar tak terjebak politik praktis dan dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat segelintir elit,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :