Pakar Hukum Tata Negara , Refly Harun/Net

telusur.co.id – Potensi Kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 sangat besar.

Begitu diucapkan Pakar hukum tata negara Refly Harun dalam akun twitternya, Senin (26/6/18).

Menurut dia potensi itu sudah dilihatnya pada saat disain pembentukan undang-undang.

“Problem terbesar bangsa ini dalam Pemilu dan Pilkada adalah design kecurangan itu sudah dibuat dari awal oleh pembentuk UU,” tulis dia.

Refly mencontohkan, seperti Treshold dalam pilkada yang dibuat sedemikian rupa.

“Misalnya threshold dalam Pilkada yang membuat nominasi menjadi mahal sehingga para calon terpaksa membeli nominasi tersebut dari parpol yg menjualnya,” tulis Refly.

Oleh sebab itu, ia menilai ketentuan tersebut bisa membuat calon yang akan maju memborong parpol.

“Ketentuan tentang Threshold di Pilkada membuat calon kuat bisa memborong seluruh parpol. Tidak heran di beberapa tempat ada calon tunggal,” kata refly.[far]

Bagikan Ini :