Azmi Syahputra/Istimewa

SUASANA pilkada serentak besok harus tenang guna mewujudkan konsep kedaulatan politik dan kedaulatan hukum(political sovereignty dan legal sovereignty).

Pilkada yang dilakukan 5 tahun sekali ini adalah kedaulatan politik yang dimiliki warga negara Indonesia. Inilah sebenarnya kekuasaan dasar (grondmacht) yang dimiliki rakyat. Hak kekuasaan dasar istimewa inilah yang harus dipergunakan dengan baik oleh rakyat dalam hal ini pemilih.

Kedaulatan ditangan rakyat ini berarti bahwa yg memiliki kedaulatan dalam negara adalah rakyat. Kedaulatan rakyat ini guna menjalankan roda pemerintahan, sehingga H-1 sebelum pilkada besok masyarakat agar jangan membuat hal hal yang ricuh dan saling lempar isu negatif untuk mendapatkan kemenangan dengan cara yangg tidak baik.

Karenanya sebagai rakyat, kita harus jadi pemilih cerdas dan selektif agar tidak terkecoh dengan janji-janji di masa kampanye, karena pasangan calon saja, dalam dirinya berdua timbul hambatan untuk konsistensi menepati janji, makanya jamak terjadi di pilkada setelah paslon menang pecah kongsi dalam mengelola kekuasaan pemerintahannya.

Jadi kak kedaulatan rakyat dalam demokrasi di pilkada ini , jika tidak digunakan dengan cara cerdas dan objektif dan memikirkan masa yang akan datang hanya akan menjadi residu dari kepentingan elit politik dan kelompoknya. [***]

Azmi Syahputra
*Penulis adalah Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha)

Bagikan Ini :