Net

telusur.co.id – Mamah Dedeh, tentu sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama di kalangan muslim. Sebab ustadzah yang satu ini, sering mondar-mandir di layar TV nasional untuk memberikan ceramah.

Kali ini, melalui sebuah video berdurasi pendek, sebagaimana yang disebar ulang akun twitter Partai Gerindra dari pemilik akun Beny Linanta @beny1107, wanita bernama lengkap Dedeh Rosidah itu mengajak masyarakat Jawa Barat, untuk memilih pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik).

“Pilihlah nomor tiga Asyik,” kata Mama Dedeh dalam video berdurasi 56 detik itu, yang disebar ulang akun @gerindra, Rabu dini hari (27/6/18).

Diketahui, pasangan Asyik diusung oleh PKS, Gerindra, dan PAN serta didukung PBB dan PPP versi Djan Faridz.

Sudrajat;

Pria kelahiran Balikpapan, 4 Februari 1949. Ia merupakan lulusan AKABRI tahun 1971. Selain itu, Sudrajat mengenyam pendidikan militer di Akademi Militer Magelang (1971), Officer Basic Course, Australia (1973), Pelatihan Promosi Perwira Komunikasi (1976), Pelatihan Komandan Kompi (1977), Officer Advance Course, Amerika (1979), dan SESKOAD (1989).

Ia sempat melanjutkan pendidikan tinggi di Kennedy School Government, Harvard University, Boston, Amerika Serikat. Beliau lulus dengan gelar Master in Public Administration pada tahun 1993.

Perjalanan karier Sudrajat termasuk cemerlang. Pada tahun 1971, ia dipercaya sebagai Komandan Peleton Batalyon Penghubung Lintas Udara Kostrad. Sedangkan 2 tahun kemudian, ayah dua anak ini menjabat sebagai Komandan Kompi Batalyon Penghubung Lintas Udara Kostrad hingga 1979.

Saat berusia 45 tahun, Sudrajat dikukuhkan sebagai Atase Pertahanan KBRI London, Inggris. Lalu, pada tahun 1997 ia pindah ke Amerika Serikat dengan jabatan yang sama. Setelah itu, selang dua tahun, Sudrajat pun mendapat kepercayaan sebagai Kepala Pusat Penerangan Tantara Nasional Indonesia (Kapuspen TNI), 1 Januari 1999.

Kiprahnya di dunia internasional, baik dalam kemiliteran dan kepemerintahan sudah malang melintang. Sudrajat bahkan didapuk sebagai Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia (2005-2009).

Pensiun dengan pangkat mayor jenderal, Sudrajat mengabdi ke masyarakat Jawa Barat dengan menjadi Ketua Ormas Nasdem. Namun, saat ormas ini berubah menjadi partai politik, ia mengundurkan diri pada tahun 2011.

Ahmad Syaikhu;

Politisi kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 23 Januari 1965 itu mengenyam pendidikan dasar dari kelas 1 hingga kelas 5 di SDN Ciledug III. Ia terpaksa pindah sekolah ke SDN Lemahabang II karena ikut sang ayah yang dipindahtugaskan sebagai Ketua Kantor Urusan Agama Sindanglaut, Cirebon.

Selanjutnya Ahmad meneruskan sekolah ke SMPN dan SMAN Sindanglaut Cirebon. Setelah lulus, ia kuliah di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN).

Di samping itu, ia juga mendapatkan pendidikan agama dari orang tua, guru privat, dan kiai-kiai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat.

Ia mengawali kariernya di PNS sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang dari tahun 1986 hingga 1989. Lalu, setelah itu ke BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.

Kemudian terjun ke dunia politik, dari legislatif hingga eksekutif. Pada tahun 2004, Ahmad dicalonkan oleh PKS sebagai anggota DPRD Bekasi. Ia pun menanggalkan statusnya sebagai PNS dan resmi menjadi Anggota DPRD Bekasi tahun 2004-2009.

Sebelum berakhir tugasnya di DPRD Bekasi, ia mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Bekasi pada 2008, namun kalah oleh pasangan Mochtar Mohammad-Rahmat Effendi.

Selang setahun, ayah 6 anak ini terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat dan menjabat pada periode 2009-2013.

Sukses di legislatif, ia kembali mencoba bertarung pada Pilkada Bekasi. Ia maju sebagai calon wakil wali kota Bekasi. Saat usianya 48 tahun, Ahmad terpilih sebagai wakil wali kota Bekasi mendampingi wali kota Rahmat Effendi.

Di samping karier politiknya, Ahmad Syaikhu juga aktif dalam berorganisasi. Sejak SMP dan SMA, ia menjadi pengurus OSIS. Sedangkan saat kuliah, ia dpercaya sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Pada tahun 2017, Ahmad maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Mayjen Purnawirawan Sudrajat. [ipk]

Bagikan Ini :