Cornelis (kiri), Oesman sapta (tengah) dan Setya Novanto (kanan)/Net

telusur.co.id – Kekecewaan masyarakat Kalimantan Barat pada kinerja bekas Gubernur Cornelis, berdampak pada kekelahan putrinya Karolin Margret Natasa, yang maju di Pilgub Kalbar 2018.

Demikian pedapat pengamat politik, yang juga Direktur Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo saat dihubungi telusur.co.id, Kamis (28/6/18).

“Ada pengaruh soal dinasti,” kata Karyono.

Disampaikan Karyono, kemenangan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan, selain karena dukungan partai yang begitu kuat dan solid, masyarakat Kalbar sudah mulai memahami kerugian dari politik dinasti.

Dirinya sejak awal sudah memprediksi jika pasangan yang diusung oleh Golkar, Nasdem, PKB, PKS, dan Hanura dengan total perolehan 21 kursi itu, bakal menang dalam pemilihan.

“Dari awal saya prediksi Sutarmidji-Ria Norsan menang,” kata dia.

Selain faktor politik, relawan dan tim sukses, ada faktor di luar itu. Menurut Karyono, pengaruh Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, yang juga merupakan tokoh masyarakat Kalbar, adalah penyebab kemenangan pasangan calon nomor pemilihan tiga itu.

“OSO sangat kuat di Kalbar. Dinasti Cornelis mulai runtuh,” kata Karyono.

Diketahui, Sutarmidji adalah Wali Kota Pontianak dua periode, sedangkan wakilnya Ria Norsan adalah Bupati Mempawah dua periode. Jadi, soal pengalaman memimpin daerah, pasangan ini memang tidak diragukan. [ipk]

Bagikan Ini :