telusur.co.id – Militer pemerintahan Irak mengklaim menewaskan sejumlah gerilyawan IS di bagian Irak Tengah dalam serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi internasional anti-IS.

“Pesawat tempur koalisi, yang bertindak berdasarkan informasi intelijen dari Dinas Kontra-Terorisme Irak (CTS), menggempur posisi IS dan pangkalan bawah tanah di daerah Pegunungan Himreen dan Danau Himreen, yang berdekatan,” kata Juru Bicara Komando Operasi Gabungan Irak Yahya Rasoul di dalam satu pernyataan.

Serangan tersebut menewaskan sekelompok anggota IS dan gerilyawan lain, dan menghancurkan satu kamp serta tiga terowongan, yang digunakan untuk melancarkan serangan teror terhadap jalan utama yang menghubungkan Provinsi Kirkuk, Salahudin dan Diyala, kata Rasoul tanpa menjelaskan kapan serangan udara itu dilancarkan.

Pada Kamis pagi, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi –yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Irak, menugaskan pasukan elit CTS untuk melancarkan operasi terhadap kelompok gerilyawan, yang menewaskan dan menculik puluhan warga sipil dan personel keamanan dalam beberapa pekan belakangan ini.

Satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya mengatakan Al-Abadi mengunjungi markas CTS dan bertemu dengan para komandan untuk membahas operasi itu.

“Da’esh (IS) tidak menguasai daerah apa pun, dan anggotanya bersembunyi di pegunungan, yang mereka gunakan sebelumnya, dan kami telah memerintahkan untuk memburu mereka,” kata Al-Abadi, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Pernyataan Al-Abadi dikeluarkan sehari setelah pasukan Irak menemukan delapan mayat orang yang diculik sebelumnya oleh IS di dekat Desa Sarha perbatasan provinsi tersebut antara Diyala dan Salahudin di Irak Tengah.

Mayat itu meliputi enam polisi dan anggota pasukan paramiliter Hashd Shaabi.

Memburuknya situasi keamanan yang paling akhir mengakibatkan kecaman terhadap pasukan keamanan Irak karena gagal menghentikan serangan IS yang berulang-kali terhadap tentara dan warga sipil, dan penculikan puluhan orang di pos pemeriksaan palsu di jalan utama antara Baghdad di Kirkuk.

Selama beberapa bulan belakangan, ratusan gerilyawan IS meninggalkan bekas kubu mereka di Kota Mosul, Provinsi Salahudin, dan Daerah Hawija di sebelah barat Kirkuk, setelah pasukan Irak merebut kembali wilayah itu dalam serangan besar.

Pada 9 Desember 2017, Al-Abadi secara resmi mengumumkan pembebasan penuh Irak dari IS, setelah pasukan Irak merebut kembali semua daerah yang pernah dikuasai oleh kelompok fanatik tersebut.

Namun, kelompok kecil gerilyawan IS sejak itu telah berkumpul kembali di daerah terjal, dan sering melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan serta warga sipil. (ham)

Bagikan Ini :