Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari/Net

telusur.co.id – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari membantah pernyataan organsiasi Pergerakan Pemuda Merah Putih yang menyebut partainya dikadali oleh Presiden Joko Widodo lantaran banyak jagonya kalah di Pilkada 2018.

“Tidak ada kadal-kadalan, wong sukses kok,” kata dia kepada telusur.co.id, Sabtu (30/6/18).

Anggota DPR RI ini juga membantah, kalah total. karena menurut dia di pemilihan tingkat dua kader-kader PDIP dapat memenangkan pertarungan.

“PDIP tidak nyungsep, masih yang terbaik (the best). Kinerjanya ok dibanding yang lain. (PDIP,red) Partai kader, maka indikatornya juga pengembangan kader-kader,” paparnya

Eva melanjutkan, berdasarkan hasil quick count, PDIP berhasil memenangkan kader yang diusung, empat sebagai gubernur dan tiga orang wakil gubernur. Termasuk, di Pilkada ditingkat kabupaten/kota.

“Yang lebih membanggakan, PDI Perjuangan juga memenangkan 60 persen Pilkada tingkat 2 dengan menempatkan kader-kadernya sebagai, 33 kepala daerah dan 38 wakil kepala daerah baru. Inipun merupakan capain yang cukup membanggakan dan melampaui prestasi parpol-parpol lain,” tuntas dia.

Sebelumnya, Koordinator PP Merah Putih, Wenry Anshory menjelaskan, partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Demokrat, pada pemilu 2004 silam, berhasil menduduki menduduki peringkat kelima dengan perolehan suara 7,45 persen.

Pada Pemilu 2009, dengan peran SBY sebagai figur presiden bisa ‘menyulap’ Demokrat meraih nilai tinggi 25,39 persen suara, meningkat tiga kali lipat. Hal itu berbanding terbalik dengan PDIP yang di saat Jokowi menjadi presiden, justru partai berlambang banteng tersungkur di berbagai daerah strategis dalam Pilkada serentak 2017-2018. Cagub-Cawagub yang diusung PDIP di daerah-daerah strategis malah tersungkur? Misalnya; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat

“Bagi saya ini sangat aneh. Bagaimana bisa PDI-P yang menjadi Parpol pemenang Pemilu 2014 dan mencapreskan Jokowi, justru tersungkur dalam Pilkada serentak tahun 2017-2018? Apalagi pada tahun 2019 akan diadakan Pemilu serentak,” ujarnya.[far]

Bagikan Ini :