telusur.co.id – Setelah menerima adanya laporan soal dugaan praktik prostitusi, di Chameleon Party Club, yang beralamat di Jalan Melawai VIII, Blok M, Jakarta Selatan, Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jaksel, melakukan pemeriksaan ke lokasi.

Pemeriksaan dilakukan sebagaimana instruksi Gubernur DKI, Anies Baswedan, setelah dirinya menerima aduan terkait praktik prostitusi di Club tersebut.

Jajaran Pemkot Jakarta Selatan, yang dipimpin Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jaksel, Nursyam Daoed meninjau langsung tempat karaoke tersebut, Jumat malam (29/6/18).

Dalam tinjauan tersebut, penyidik Sudin Parbud Jaksel Masri Sabar meminta manajemen Chameleon Party Club menunjukkan surat-surat izin tanda usaha mereka. Masri lantas membacakan isi surat aduan yang ditujukan langsung ke Gubernur Anies itu.

“Mohon kiranya tindak tegas pariwisata yang didukung Disparbud DKI, sebuah usaha pelacuran dengan berlindung di balik usaha Chameleon,” kata Masri membacakan surat aduan itu.

Setelah itu, Masri mengklarifikasi kebenaran surat aduan tersebut kepada Manajer Operasional Chameleon Party Club Achmad Syaichu.

Achmad pun membantah. Ia menduga surat aduan tanpa identitas itu bertujuan untuk menjatuhkan usaha Chameleon. “Ini seperti surat kaleng. Saya berpikir ini banyak unsur, mungkin persaingan bisnis,” kata Achmad.

Masri kemudian kembali menegaskan adanya dugaan praktik prostitusi di sana. Achmad dengan tegas membantah.

Kemudian dirinya menulis surat pernyataan, yang intinya siap diberi sanksi bila ada praktik prostitusi di Chameleon Party Club.

Dalam tinjauan tersebut, aparat Pemkot Jakarta Selatan juga memeriksa identitas para LC (Ladies Companion) atau pemandu lagu di tempat karaoke tersebut. Tujuan untuk memastikan tidak ada anak di bawah umur yang dipekerjakan. [ipk]

Bagikan Ini :