telusur.co.id- Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang berlimpah tidak berbanding lurus dengan kehidupan rakyat. Sebab, masih terdapat 50 persen rakyat di Tanah Air hidup dalam kemiskinan.

Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI), Rokhmin Dahuri, menerangkan, potensi SDA Indonesi saat ini belum dimaskimalkan dengan baik.

“Produk crude palm oil (CPO), Indonesia itu menjadi penghasil terbesar. Diikuti negara tetangga, Malaysia. Tapi, kita malah impor ke negara lain bahan mentahnya,” ujar Rokhim di Kantor KAHMI Center, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (29/6/18).

Mantan menteri perikanan dan kelautan di era presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri ini mendorong agar pemerintah terus memanfaatkan potensi SDA, baik yang sifatnya terpulihkan maupun yang tidak, dengan sebaik-baiknya demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Potensi SDA terpulihkan seperti kehutanan, pertanian, perikanan maupun yang tidak terpulihkan seperti minyak, gas, batubara, mineral, bauksit timah, tembaga, freeport dan seterusnya, merupakan cikal-bakal penyokong Indonesia menjadi negara maju. Dengan syarat, kekayaan tersebut dikelola dengan baik. [far]

Bagikan Ini :