Foto: Jubir KPK, Febri Diansyah/Net

telusur.co.id- Bupati non-aktif Tulungagung, Jawa Timur, Syahri Mulyo tetap diproses KPK, terkait kasus suap pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung.

“Calon kepala daerah terbaik, yang sudah ditahan atau pun belum ditahan oleh KPK, yang sudah jadi tersangka tetap akan diproses sesuai Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Sabtu (30/6/18).

Syahri, diketahui kembali maju di Pilkada Tulungagung, dan berdasarkan hitung cepat (quick count) bersangkutan menang. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, memastikan akan tetap melantik Syahri, walaupun sudah menjadi tersangka. Sebab, Ia menghormati hasil pilihan rakyat.

Febri juga menuturkan, lembaga anti rasuah sangat mengormati hasil Pilkada Tulungagung, namun hal itu tidak menyurutkan kerja KPK di koridor hukum.

“KPK akan memisahkan antara proses politik tersebut silakan berjalan di koridor nya dengan proses hukumnya,” tegasnya.

Syahri, jelas Febri, satu-satunya calon kepala daerah yang menang di Pilkada, dari sembilam calon yang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi.

“Kita sudah melihat ada calon kepala daerah yang menjadi tersangka KPK tersebut yang menang mendapat suara yang cukup banyak di daerah tapi ada juga sebagian besar saya lihat itu tidak mendapat suara, misalnya,” tukasnya.[far]

Bagikan Ini :