telusur.co.id- Musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, telah menelan 186 korban hilang, 18 selamat dan tiga korban meninggal dunia.

Dalam rangka membantu aparat dan mendampingi keluarga korban, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), telah membentuk Posko dan Tim Relawan.

“Kami berada di Tigaras sejak hari Sabtu, 23 Juni 2018. Tim relawan GMKI berjumlah 20 orang yang berasal dari GMKI cabang Medan, Pematang Siantar Simalungun, dan Bengkulu dan mendirikan Posko yang berupa tenda prisma sebagai tempat tidur dan logistik. Rencana awal kami juga akan membangun Posko Simanindo, namun kemudian difokuskan hanya di Tigaras yang menjadi Posko Terpadu Pencarian Korban KM Sinar Bangun,” kata Martin Siahaan, Koordinator Posko GMKI di Posko Terpadu, Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (30/6/18).

Martin melanjutkan, selama berada di Tigaras, relawan GMKI melakukan aktifitas di dapur umum untuk membantu personil TNI dan Dinas Sosial Kabupaten Simalungun. Relawan GMKI bertugas mempersiapkan konsumsi bagi para personil gabungan Pertolongan dan Pencarian Korban Kapal Sinar Bangun dan keluarga korban.

“Selain di dapur umum, relawan yang lainnya membaur dengan keluarga korban yang bertahan di dermaga Tigaras. Sebagai catatan, tidak semua keluarga korban yang bertahan di dermaga Tigaras, ada yang bertahan di rumah-rumah warga, Mesjid dan Hotel/penginapan,” paparnya.

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan PP GMKI ini menambahkan, di Posko, aktivitas melakukan trauma healing juga diberikan kepada keluarga korban. Kegiatanya tersebut dilaksanakan pada malam hari. Lantaranm di siang hingga sore hari, keluarga korban terkonsentrasi di dermaga menunggu perkembangan terbaru dari tim pencari dan penolong yang terus bekerja.

Sementara itu, Koordinator Logistik Posko GMKI, Yudhi Simorangkir, menjelaskan, selain aktivitas sosial, relawan juga menyalurkan keperluan-keperluan bagi keluarga korban yang berada dilokasi. Seperti menyediakan 38 helai selimut, 40 helai tikar plastik kecil, 50 pasang kaos kaki, lima lusin pakaian dalam perempuan, dan tiga lusin pakaian dalam laki-laki.

“Barang-barang ini berasal dari anggota dan senior GMKI dan disalurkan langsung kepada keluarga korban yang tersebar di beberapa tempat sekitar dermaga Tigaras,” tukasnya.[Ipk]

Bagikan Ini :