telusur.co.id

telusur.co.id – Insiden penyorakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat tiba di Istana Bogor, Jawa Barat, untuk bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo saat Hari Raya Lebaran kian ramai diperbincangkan.

Bahkan, insiden yang terjadi pada hari Jumat, 15 Juni 2018 itu, membuat Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid terlibat ‘perang’ cuitan dengan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Awalnya, Yunarto Wijaya menautkan sebuah berita yang berisi Anies Baswedan disoraki warga saat bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Pendukung jokowi harusnya gak usah ikut gaya mereka yg (contohnya) mengkafirkan pilihan berbeda… maaf lahir batin…,” tulis @yunartowijaya.

Postingan Yunarto pun mendapat respons dari para penggunaTwitter. Salah satunya Hidayat Nur Wahid, yang menilai jika cuitan Yunarto seolah menyimpulkan jika warga yang menyoraki Anies Baswedan adalah pendukung Jokowi.

BACA JUGA :  Novel Minta Jokowi Perhatian Pada Kasusnya, Adhie Massardi: Mereka Sedang Sibuk Pilpres...!!

Lho apa nggak ‘off side’ nih, sebut yg soraki Anies sbg pendukung Jokowi?” tulis @hnurwahid, Sabtu (16/6/18).

Yunarto pun membalas kicauan Hidayat, bahkan lengkap dengan pemberitaan tersebut. Diaman kader PKS menyebutkan bahwa warga yang soraki Anies adalah pendukung Ahok. Yunarto meminta Hidayat memberikan nasihat untuk kader PKS tersebut.

Satu lagi titipan, semoga pak @hnurwahid bisa bilang offside juga dan dinasihati, karena harusnya bapak kenal 🙂,” tulis @yunartowijaya.

Hidayat pun memberitanggapn, “Kalau yg ini, mungkin spt Anda jg. Sengaja menyebut itu. Beliau yg anggota komisi 3 DPR, mitranya BIN dan PolRI, jd punya banyak inside info. Apalagi sudah jadi rahasia umum kan, pendukung Ahok dan Jokowi :11 – 12 saja, kalau tidak malah identik. Betul? Selamat jelang Pilkada,” tulis @hnurwahid.

BACA JUGA :  Pengamat Yakini Prabowo Lumat Jokowi di Debat Pilpres II

Kader PKS yang dimaksud adalah M Nasir Djamil. Dalam sebuh portal online, Nasir Djamil menyebut peristiwa Anies disoraki warga di Istana Bogor, menandakan masih ada pendukung Basuki Tjahaja Purnama yang belum move on. Menurut Nasir, Anies harusnya tetap dihormati.

“Sepertinya masih ada pendukung Ahok yang belum move on dari Pilkada DKI. Seharusnya mereka tetap menghormati Anies dan Sandi yang datang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Apalagi kehadiran mereka berdua ingin bersilaturrahim di hari yang baik ini,” kata Nasir, Jumat (15/6/18). [ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini