telusur.co.id — Gunung Agung kembali mengeluarkan hembusan dengan warna keabuan dari pukul 11.00 Wita pada hari Kamis (28/6/2018) dan berlanjut sampai petang ini pukul 17.16 Wita, laporan magma VAR PVMBG pukul 12.00 – 18.00 Wita menyebutkan terjadinya Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 5-10 mm (dominan 5 mm).

Rupusdalops PB BPBD Kab. Karangasem melaporkan tindakan yang diambil adalah:
1. Mengarahkan TIM TRC BPBD berserta armada dengan peralatan lengkap untuk melakukan pemantauan ke lokasi terdampak abu.
2. Membagikan masker kepada masyarakat sekitar yang terbagi dalam 2 Tim daerah Kecamatan Selat dan Kubu.

_Wilayah yang terpapar abu sementara terjadi di wilayah Purage, Pempatan Rendang, Keladian, Besakih, Br. Beluhu, Desa Suter karena dominan angin dan abu mengarah ke barat. Untuk info selanjutnya akan di-update jika ada perkembangan terkait paparan abu_

KESIMPULAN
Tingkat Aktivitas G. Agung Level III (Siaga)

REKOMENDASI PVMBG

Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/ wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru,” tulis laporan itu.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (Red)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini